Sehubungan dengan kasus pembunuhan Kim Jong-nam di Bandara Kuala Lumpur bulan lalu, kepolisian Malaysia mengeluarkan peringatan kepada diplomat Korut di Malaysia.

Peringatan itu menyebutkan bahwa yang  tidak kooperatif karena menolak memberikan keterangan yang diminta, terancam akan ditangkap bila tetap membandel.

Baru-baru ini, beredar lagi berita diplomat Korut akan diusir dari beberapa negara karena sejumlah kasus pelanggaran hukum dan usaha untuk menghindari sanksi hukum dari negara bersangkutan.

Kantor Berita Korea Selatan Yonhap pada 23 Maret melaporkan, Laos, Mesir dan negara-negara lain dalam pelaksanaan resolusi DewanKeaman/DK-PBB yang melibatkan Korut, menemukan sejumlah tindak pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pejabat diplomatik Korut. Pemerintah negara tersebut mengancam akan mengusir para pejabat kepercayaan Kim Jong-un tersebut dari negara mereka.

Laporan mengatakan, pejabat duta besar Korut untuk Rumania, Jerman, Polandia dan lainnya melakukan pelanggaran hukum dengan menyewakan beberapa ruang dalam gedung kedutaan kepada perusahaan komersial demi menambah devisa negara, meskipun cara tersebut sudah jelas dilarang oleh hukum negara tersebut.

Selain itu, pemerintah Bulgaria menegaskan pihaknya dalam upaya untuk menghormati dan  mengimplementasikan secara penuh resolusi DK-PBB telah secara tertulis meminta Duta Besar Korut di Bulgaria untuk memperkecil jumlah anggota diplomatik mereka. Dan menuntut pertanggungjawaban atas masalah penyewaan ruangan untuk keperluan di luar tujuan diplomatik.

Pada 13 Februari lalu, Kim Jong-nam tewas di Kuala Lumpur karena pembunuhan. Masyarakat luas percaya bahwa Kim Jong-un berada di balik kasus pembunuhan itu, tetapi pihak Korut telah membantah secara keras.

Kepolisian Malaysia percaya, selain tersangka yang sudah berhasil kabur balik ke Pyongyang, Kedutaan Besar Korut untuk Malaysia juga menyembunyikan 2 tersangka lainnya. Mereka masing-masing adalah staf Air Koryo bernama Kim Uk-il dan Sekretaris Kedua Kedutaan bernama Hyon Kwang-song.

Meskipun Hyon Kwang-song memiliki kekebalan diplomatik tetapi pihak Malaysia tetap mengeluarkan peringatan yang mengancam akan menyerahkan kasus kepada pengadilan untuk menangkapnya bila ia masih menolak untuk memberikan keterangan demi kelancaran penyidikan kasus pembunuhan Kim Jong-nam. (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular