Penggunaan sepatu hak tinggi  dapat mempengaruhi hampir setiap bagian tubuh Anda, akhirnya memicu rasa sakit sekujur tubuh dari kaki sampai di leher. (Kaspars Grinvalds / Shutterstock)

Apakah sepatu hak tinggi buruk bagi kaki? Banyak orang mengerti bahwa sepatu berhak tinggi bukanlah pilihan yang terbaik untuk berjalan kaki, tetapi mereka masih saja menyukainya dengan alasan untuk keindahan.

Kesulitannya adalah, jika Anda tidak mengerti akan efek buruk memakai sepatu hak tinggi, maka dapat membuat diri tubuh menderita.

Sepatu hak tinggi membuat mekanisme alami tubuh ke dalam keadaan disfungsional. Dimulai dari telapak kaki, penggunaan sepatu bertumit yang kronis dapat memengaruhi hampir keseluruhan tubuh Anda, yang akhirnya memicu nyeri hingga ke leher.

Peneliti Inggris menemukan bahwa menggunakan hak tinggi secara terus menerus dapat memperpendek otot betis sebesar 13 persen. Selain itu, menggunakan hak tinggi juga dapat mempertebal tendon archilles, risiko yang sering terjadi bagi para pelari. Dan ini adalah poin pentingnya: pengguna hak tinggi kronis dapat mengalami ketidak-nyamanan dan nyeri meski setelah mereka tidak memakainya lagi.

Tahun 2015, Universitas Alabama- Birmingham menerbitkan statistik mengejutkan mengenai cedera akibat sepatu hak tinggi. Sepatu hak tinggi menyebabkan sekitar 123.355 wanita masuk ke perawatan unit darurat antara tahun 2002 hingga 2012. Setelah menganalisa angka tersebut, dikatakan tujuh dari 100.000 wanita mengalami cedera parah sehingga memerlukan perawatan rumah sakit. Wanita muda berusia 20 hingga 29 tahun memiliki kecenderungan mengalami cedera, dan wanita berusia 30 hingga 39 tahun juga mengalami risiko yang signifikan.

Lebih sekedar kaki

Terkilir dan keseleo:

Memakai sepatu hak tinggi dapat menyebabkan risiko keseleo. Ketika penelitian Universitas Alabama – Birmingham menunjukkan angka unit gawat darurat akibat hak tinggi, mereka menemukan bahwa terkilir dan keseleo adalah cedera yang paling umum. Sebuah penelitian menyatakan bahwa menggunakan hak tinggi di atas 9 cm  dapat mengubah mekanisme pergelangan kaki yang secara signifikan meningkatkan risiko keseleo pergelangan kaki yang parah.

Kuku kaki tumbuh ke dalam:

Menggunakan hak tinggi juga dapat menyebabkan masalah kuku kaki tumbuh ke dalam. Hak tinggi menyebabkan tekanan kronis pada jari kaki, menyebabkan disfungsional pertumbuhan kuku kaki yang dikenal juga sebagai onychocryptosis, kuku kaki tumbuh ke dalam yang disebabkan oleh tekanan terhadap jari kaki terus menerus. Ini menyebabkan kuku jempol kaki terdesak ke dalam kulit. Sangat tidak menyenangkan. Mereka dengan diabetes tipe 2 haruslah berhati-hati terhadap pemakaian sepatu hak tinggi, karena dapat membatasi sirkulasi pada kaki.

Sakit punggung sebelah bawah:

Tahun 2012, peneliti dari Polandia menunjukkan bahwa sepatu berhak dapat menyebabkan otot-otot erector spinae pada punggung terangsang berlebihan, menyebabkan penggunaan otot berlebihan dan nyeri punggung bawah. Menggunakan hak tinggi membuat gerakan panggul berlebihan, yang menyebabkan keseluruhan postur Anda tidak tepat.

Bunion:

Bunion adalah benjolan tulang yang keluar dari jempol kaki, dan terbentuknya bunion adalah masalah umum yang terjadi pada mereka yang menggunakan hak tinggi secara berkelanjutan. Bunion terbentuk ketika tulang atau jaringan pada sendi tergeser tidak pada tempatnya, sering terlihat setelah beberapa tahun memakai sepatu hak tinggi. Pada mulanya, bunion bukanlah masalah serius, tetapi jika tidak diobati, bunion dapat menyebabkan jaringan parut pada kaki, dan juga abnormalitas pada jempol kaki dan nyeri berkelanjutan.

Masalah pada postur tubuh:

Menggunakan hak tinggi pada masa remaja berkemungkinan besar dapat merusak, karena dapat memengaruhi postur tubuh, termasuk postur kepala yang maju ke depan, lordosis pinggang, kelainan panggul dan valgus pada lutut.

Merusak sendi:

Wanita memiliki kecenderungan 8 hingga 10 kali mengembangkan Morton neuroma, kondisi yang terkarakteristik dengan pembengkakkan, penebalan dan perluasan saraf antara tulang jari kaki. Lokasi paling umum dalam Morton neuroma adalah antara jari kaki ketiga dan keempat, tetapi dapat juga terjadi antara jari kedua dan ketiga. Dikenal juga sebagai neuroma metatarsal, saraf yang terjepit kronis dapat menyebabkan nyeri dan kesakitan parah. Memakai hak tinggi lebih dari 5 sentimeter dapat menyebabkan tekanan yang tidak alami pada telapak kaki, meningkatkan risiko penyakit.

Mengurangi risiko

Idealnya, tidak memakai sepatu hak tinggi adalah yang paling baik. Tetapi saya mengerti bahwa banyak orang merasa hak tinggi dapat membantu rasa percaya diri. Jadi jika Anda memakainya, berusahalah untuk berhati-hati:

• Hindarilah memakai sepatu hak tinggi setiap hari
• Hindarilah berdiri atau berjalan dengan sepatu hak tinggi dalam waktu lama (pakailah sepatu yang nyaman dan gantilah ke sepatu hak tinggi ketika sampai ke tujuan).
• Jika Anda memakai hak tinggi, hindarilah sepatu yang sempit dan ujungnya meruncing.
•Buatlah cetakan kaki Anda pada kertas kardus dan pakailah cetakan itu ketika membeli sepatu baru. Jika tidak muat, maka sepatu itu kekecilan.
•Guntinglah kuku jari Anda untuk menghindari kuku jari tum-buh ke dalam.
• Rendamlah kaki dalam air garam yang hangat setiap malam.
• Secara teratur, berolahraga atau merenggangkan otot betis un-tuk mencegah pemendekan kronis di kaki anda. (Epochtimes/Josh Axe/Jsp/Yant)

Dr. Josh Axe, DNM, DC, CNS, adalah dokter pengobatan alami, ahli nutrisi klinis dan pengarang dengan sema-ngat untuk membantu masyarakat memanfaatkan makanan sebagai alternatif pengobatan. Baru-baru ini dia menulis buku “Eat Dirt” dan “Gut Repair Cookbook,” dan dia mengoperasikan salah satu laman kesehatan terbesar di dunia: DrAxe.com

Share

Video Popular