Belum lama ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan adanya manusia kerdil di belantara hutan Aceh. Berdasarkan arsip yang ditulis oleh Erabaru.net pada 2004 silam, juga ditemukan adanya manusia kerdil di tanah Jawa.

Pada Awal Oktober 2004 di Cile ditemukan manusia kecil dengan ukuran sekitar 10 cm, sedangkan di Indonesia ditemukan jejak manusia kerdil di Taman Nasional Meru Betiri (TNMB), Jember, Jawa Timur. Manusia kerdil ini ukurannya jauh lebih besar dibandingkan manusia kecil di Cile, dan kelihatannya lebih tepat disebut manusia cebol.

Pada saat itu, Anang Ritarno selaku aktivis Kelompok Indonesia Hijau Jawa Timur, mengaku telah menemukan jejak manusia kerdil itu. “Saya menemukan jejak manusia kerdil itu secara tidak sengaja,” katanya seperti ditulis arsip Erabaru.

Jejak manusia liliput yang ditemukan di sekitar muara sungai Nanggelan, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Jember, seukuran korek gas. Setelah diukur, panjang telapak kaki itu dari ujung jempol hingga tumitnya hanya 9,2 cm, lebarnya 2 cm, dan panjang jempolnya 1 cm.

Penemu jejak kaki manusia cebol ini mengaku sebelumnya pernah dua kali menyaksikan manusia seperti itu, yaitu pada 1984 dan 1999. “Saat itu saya sedang mengikuti acara training mahasiswa pencinta alam di muara sungai sekitar pantai Sukamade dan pantai Nanggelan,” ujar pemandu mahasisiwa pecinta alam itu.

Tanpa sengaja, dirinya melihat 8 orang kerdil tengah bercengkerama di tepian sungai sambil menikmati udang hasil tangkapan mereka. Dalam jarak sekitar 15 meter, Anang melihat manusia mini itu berambut gimbal sebahu, kulit hitam, tinggi badan sekitar 60-70 cm, tanpa busana, dan berjalan tegak layaknya manusia. “Begitu melihat kehadiran saya, mereka langsung melarikan diri masuk hutan,” ungkapnya.

Hal yang sama juga pernah dialami oleh seorang pada saat itu selaku anggota DPRD Jember, Herry Budi Ermawan. Anggota dewan yang punya hobi memancing itu mengaku dua kali menemukan jejak manusia cebol itu, September 2002, di kawasan pantai Bandealit. “Ukurannya kira-kira seperti Ucok Baba di TV itu,” katanya.

Saat hendak memancing di muara, Herry melihat lima manusia kerdil juga sedang menangkap ikan dengan alat kecil mirip tombak. Namun beberapa saat kemudian, mereka melarikan diri begitu melihat kehadiran Herry.

Seminggu kemudian, Herry kembali ke tempat itu dengan membawa kamera. Ia pun berhasil menjepret rombongan manusia mini itu dari jarak sekitar 10 meter. “Tetapi anehnya, setelah saya cuci cetak lima lembar film tidak ada gambar mereka, hanya latarnya saja.”

Cerita mengenai keberadaan manusia cebol itu memang sudah lama diketahui masyarakat sekitar taman nasional itu. Masyarakat sekitar kawasan taman nasional menyebut manusia mini itu dengan sebutan wong wil atau siwil yang berarti orang kecil.

“Saat ini sudah tercatat 45 orang warga sekitar taman nasional yang menyaksikan keberadaan mereka,” kata Kepala Balai Taman Nasional Meru Betiri Jember, Siswoyo pada saat itu.

Menurutnya, kabar adanya manusia mini itu telah sering didengar petugas taman nasional sejak lama, namun baru pada saat itu ada penemuan jejak mereka dan berhasil diabadikan dengan kamera. (Erabaru.net/asr)

 

Share

Video Popular