Oleh: Chen Junchun

Selama Perang Dingin, Amerika Serikat dan Uni Soviet dua negara ini berselisih selama beberapa decade. Bersamaan itu juga melakukan perlombaan perlengkapan militer dalam bidang senjata nuklir dan persenjataan tradisional.

Pasca PD-II hingga 1963 uji coba nuklir di darat dilarang, dari pihak AS saja sudah melakukan uji coba nuklir di darat yang telah direkam sejumlah ratusan kali.

Belum lama ini, pemerintah AS berangsur-angsur merilis dan mempublikasi video langka tersebut, agar masyarakat mengetahui kekuatan dan kengerian ledakan nuklir dan mengingatkan orang tentang pentingnya denuklirisasi.

Sejak 1945 – 1962, Lawrence Livermore National Laboratory, bagian dari Departemen Energi AS pernah melakukan uji coba nuklir di darat sebanyak 210 kali di state New Mexico dan Nevada, serta samudera Pasifik dan Atlantik.

Laboratorium tersebut mensyuting kira-kira 10 ribu rol film terhadap uji coba nuklir itu. Lantaran film-film itu dikategorikan sebagai rahasia, selama bertahun-tahun ia selalu terikat dan disimpan serta dibiarkan membusuk.

Setelah sekarang ada perintah penghapusan larangan maka laboratorium itu menghabiskan waktu 5 tahun untuk mendigitalisasi tumpukan film-film itu dengan harapan isinya masih bisa diselamatkan.

Tugas pemulihan film-film ini diemban oleh fisikawan persenjataan Greg Spriggs berkolaborasi dengan para ahli video, staf pengarsipan dan lain-lain dengan tujuan sebisa mungkin memperbaiki film-film dokumentasi itu.

Oleh karena kondisi penyimpanan film kurang bagus, film-film itu sedang berangsur-angsur membusuk atau diserang oleh mikroba dan jamur, dikhawatirkan nilai-nilai tinggi sejarah dan ilmu pengetahuan dari film-film tersebut musnah secara permanen.

Sejauh ini laboratorium tersebut sudah selesai memperbaiki 63 klip uji coba nuklir dan sudah diunggah ke YouTube serta terbuka untuk umum. Serial video klip itu secara jelas sekali menampakkan pemandangan kehancuran alam sekitar, betul-betul mengerikan.

Dalam serangkaian uji coba nuklir itu, kekuatan yang paling dahsyat diberi kode Turk yang setara dengan 43.000 ton TNT, kekuatan ledaknya dua kali lipat dari bom atom yang dijatuhkan di Nagasaki Jepang oleh militer AS dimasa PD-II.

Walaupun data uji coba nuklir yang berharga itu bisa digunakan sebagai pengembangan lanjutan senjata nuklir AS atau sebagai penelitian akademis, tapi bagaimanapun AS sejak 1991 sudah tidak pernah melakukan uji coba nuklir lagi.

Greg Spriggs pun berharap film-film itu dapat menurunkan peluang dan ambisi penggunaan senjata nuklir.

“Ada berapa banyak energi yang dilepaskan, benar-benar sulit dipercaya. Kami berharap semua orang tidak lagi menggunakan senjata nuklir. Saya pikir, jika kita menangkap peluang sejarah ini dengan menunjukkan kekuatan senjata-senjata itu dan seberapa besar kerusakan mengerikan yang dapat ditimbulkan, mungkin manusia tidak akan lagi menggunakan mereka di masa yang akan datang,” kata Spriggs.  (lin/whs/rp)

Share

Video Popular