Lima tahun lalu, Shelly dan Rob menyambutk kedatangan anak mereka yang baru lahir yang mereka namakan Noah. Namun begitu, kegembiraan mereka bercampur dengan perasaan sedih ketika diberitahu dokter bahwa anak yang baru lahir itu tidak memiliki organ otak.

Jaringan di bagian otak Noah telah mengalami kerusakan parah dan dia mungkin tidak akan hidup lama. Namun hingga hari ini, Noah sudah tumbuh menjadi seorang anak yang sehat.

Sewaktu Shelly sedang mengandung Noah, dokter menemukan janin tersebut memiliki masalah yang disebut spina bifida yang berarti ada masalah pada perkembangan saraf tunjang anaknya. Pada saat yang sama, tim medis di sana juga mendeteksi kandungan Shelly mengidap masalah yang dikenal sebagai hydrocephalus.

Karena hydrocephalus atau masalah peningkatan kadar cairan di otaknya, otak Noah mengalami kerusakan. Bahkan, dokter juga meminta Shelly dan Rob untuk menyediakan peti mati buat bayi yang masih belum lahir itu.

Tambahkan dokter lagi, jika Noah masih aman sekali pun, dia akan hidup sebagai individu yang cacat. (Erabaru.my/Yant)

Dokter mendeteksi penyakit spina bifida pada Noah sewaktu dia masih berada di dalam kandungan ibunya.
Lima tahun lalu, Shelly dan Rob menyambut kelahiran anak mereka, Noah.
Selain masalah spina bifida, Noah juga lahir dengan penyakit hydrocephalus.
Hasil tes pemindaian menemukan hanya 2% bagian otak di sebelah kiri Noah berfungsi.
Namun begitu, ketika dokter melakukan evaluasi ulang, mereka terkejut dengan perkembangan kesehatan bayi itu.
Kondisi otak Noah membaik. Gambar scan ini menunjukkan perbandingan kondisi otaknya sewaktu dia berusia setahun dan tiga tahun.
Noah mempelajari cara berbicara, menghitung, dan tertawa seperti anak-anak lain pada tingkat umurnya.
Hari ini, Noah berusia 5 tahun. Perkembangan otaknya semakin baik dari hari ke hari, tetapi masalah spina bifida yang dihidapinya membuat dia lumpuh di bagian bawah badannya.

Share

Video Popular