Mobil tanpa pengemudi yang dioperasikan oleh Uber Technologies Inc kembali berada di jalanan San Francisco, AS pada Senin (27/3/2017) lalu  pasca insiden kacelakaan salah satu mobil tanpa pengemudi itu di Arizona, AS.

Mobil tanpa pengemudi milik Uber di Arizona dan Pittsburgh, Pennsylvania, memang masih direhatkan tetapi diharapkan juga segera akan beroperasi lagi, menurut juru bicara perusahaan, yang menolak untuk diidentifikasi.

“Kami melanjutkan operasi pengembangan kami di San Francisco pagi ini (27/3/2017),” katanya dalam sebuah email.

Program Uber di San Francisco saat ini sedang dalam mode pengembangan. Mereka memiliki dua mobil tanpa pengemudi yang terdaftar di Departemen Kendaraan Bermotor Kalifornia, namun tidak mengangkut penumpang.

Menurut sang juru bicara itu, Uber merasa percaya diri menempatkan kembali mobil mereka ke jalan sembari menyelidiki tabrakan di Arizona.

Pada Jumat (24/3/2017), Uber menangguhkan program percontohan di tiga negara.

“Dua kendaraan otomatis Uber yang dinaiki oleh manusia (namun tidak mengemudi) gagal saling menghindar ketika dilakukan uji coba kedua mobil saling berhadapan di Tempe, Arizona,” kata Josie Montenegro, juru bicara departemen kepolisian kota.

“Kedua kendaraan bertabrakan, menyebabkan kedua kendaraan otomatis terguling ke samping,” kata Montenegro dalam email. “Namun tidak ada cedera serius.”

Dua “pengemudi” berada di kursi depan mobil Uber, yang berada dalam mode selfdriving pada saat kecelakaan itu.

Foto dan video yang diposting di Twitter oleh Fresco News menunjukkan SUV bermerk Volvo itu tergolek miring setelah tabrakan, dan menunjukkan kerusakan yang ringan. (Epcohtimes/Osc/Yant)

Share

Video Popular