Setelah anak masuk di SD, PR kian hari memerankan peran yang sangat penting. Kecuali mengulang yang lama dan mempelajari yang baru, juga merupakan kunci penting untuk meningkatkan prestasi belajar.

Kebanyakan orang tua merasa pusing terhadap bagaimana membantu para menyelesaikan pekerjaan sekolah mereka dengan lancar di rumah. Berikut ini akan saya bahas beberapa cara praktis, saya yakin akan bermanfaat bagi anak Anda.

Membangun Lingkungan

Mungkin anak Anda sudah terbiasa belajar di suatu sudut ruangan rumah Anda. Jika Anda berkesempatan untuk meninjau ke rumah sebagian murid SMP yang berprestasi, Anda akan menemukan situasi saat mereka mengerjakan PR sangat beraneka ragam.

Ada yang sambil belajar sambil membesarkan suara musik; ada yang sambil menggambar, ada yang meletakkan kedua kaki di atas meja makan yang berada di dapur; ada juga yang tertelungkup di atas lantai ruang tamu.

Jika Anda mencari dengan saksama, kemungkinan Anda bisa menemukan seorang anak yang duduk tegak di dalam ruang belajar mengerjakan PR-nya dengan super tenang, akan tetapi dia pasti adalah satu perkecualian.

Tidak peduli anak Anda mengerjakan PR-nya di mana, Anda sebaiknya menyediakan sebuah meja tulis untuk dia. Meja tulis bekas atau rakitan sendiri juga boleh, karena meja itu sebagai lambang rumah ini sangat mementingkan pelajaran sekolah.

Walaupun tidak selalu digunakan untuk belajar, dia juga bisa mengembangkan fungsi untuk mengingatkan yang sangat besar.

Jika di bawah meja tulis tidak memiliki laci, boleh Anda belikan kotak dokumen. Dengan demikian, laporan hasil belajar dan tugas-tugas selama satu tahun penuh ke depan telah mendapatkan tempat penyimpanannya. Sebuah sistem penyimpanan arsip yang praktis dan sederhana, akan membuat dia dengan mudah dan cepat menemukan catatan, kertas ujian dan kertas laporannya.

Jika Anda ingin menyimpan secara turun temurun hasil karya yang paling baik, sebaiknya Anda menyimpan hasil karya tersebut di dalam map dokumen plastik, di atas map diberi label nama dan tahun, dan diletakkan di gudang yang bersih dan rapi.

Pekerjaan baik, harus tersedia alat yang memadai

Mengerjakan pekerjaan sekolah jika kekurangan alat-alat yang dibutuhkan, ibarat seperti seorang koki yang kekurangan bahan yang tepat untuk masakannya. Pada setiap awal tahun ajaran baru, tanyakan kepada anak Anda kebutuhan peralatan sekolah.

Jika jawaban yang diberikan kepada Anda itu adalah cat warna, paku, atau bahkan bahan-bahan tekstil Anda tidak perlu heran. Pendidikan terkini masa sekarang ini menekankan praktek kerja nyata juga ada banyak pelajaran prakarya, seperti memasak atau membuat peralatan.

Yang agak fleksibel. Jika alat pengukur sudut yang dia letakkan di dalam tas sekolah sering rusak, maka Anda bisa menyiasati dengan membeli dua alat pengukur sudut, yang satu diletakkan di rumah, dan yang satunya lagi diletakkan di sekolah, tidak perlu setiap hari dibawa pulang dan pergi.

Bila anak sudah mulai remaja, membelikan dia sebuah laptop sederhana untuk membantunya mengerjakan tugas sekolah juga dapat dipertimbangkan.

Mengolah waktu dengan tepat

Hadiah yang terbaik yang Anda bisa berikan kepada anak Anda mungkin merupakan kemampuan mengolah waktu dengan tepat. Jikalau pengolahan waktu Anda sendiri juga kacau balau tidak teratur, jangan khawatir, kita di sini menyediakan beberapa cara.

Sediakan map untuk setiap mata pelajaran, bisa lebih baik mengajari anak untuk mengklasifikasi. Dengan demikian, ketika anak membutuhkan diktat tentang ilmu sosial, dia bisa dengan tepat mengetahui keberadaan diktat itu.

Jika anak tersebut mempunyai masalah dengan pengolahan waktu, maka biarkanlah dia menyelesaikan pekerjaan sekolahnya dulu atau belajar dulu setelah itu baru boleh nonton tv.

Menetapkan waktu mengerjakan PR

Setelah anak masuki SMP, pola dia mengerjakan pekerjaan rumah sudah menetap, jangan terlalu mendesak mereka. Walaupun dia adalah seorang anak yang pandai serta memiliki kemampuan berorganisasi yang baik, mungkin juga ketika dia menghadapi sebuah pekerjaan sekolah dalam jangka panjang, dia bisa mengulur waktu hingga enam sampai tujuh kali mata pelajaran itu baru diselesaikan.

Sebagai orang tua ,Anda sudah tentu mengharapkan anak Anda bisa bertanggung jawab penuh menyelesaikan pekerjaan sekolahnya secara otomatis, tidak perlu Anda membawa rotan untuk memecut dia dari belakang.

Jika bisa berdiskusi  tentang perencanaan semester dengan anak Anda di awal semester, pasti bisa membantu. Jika dia ingin ikut serta dalam bola voli atau klub teater, resital musik, atau ada pertandingan, maka berbincanglah dengan dia kapan adalah waktu yang terbaik bagi dia untuk mengerjakan pekerjaan sekolah, mungkin setelah selesai makan malam adalah waktu yang paling tepat.

Demi membantu untuk mendirikan pola semacam ini, Anda bisa memilih waktu sesaat, misalkan dengan menetapkan setiap hari 30 hingga 45 menit waktu untuk anak mengerjakan pekerjaan sekolah, walaupun tidak ada pekerjaan sekolah, juga wajib membaca buku atau mengerjakan sesuatu yang membutuhkan otak untuk berpikir.

Mengatasi penundaan

Menunda sesuatu adalah kebiasaan jelek yang terpupuk dalam jangka panjang, dari masa kecil sudah dapat diamati, misalnya seperti ketika dia mengerjakan pekerjaan rumah atau belajar. Jika terkadang Anda juga demikian  (sebenarnya manusia mana yang bukan demikian?), maka Anda bisa mengetahui perasaan itu.

Ada sesuatu pekerjaan yang Anda tunda-tunda terus, mengharapkan pekerjaan itu bisa sirna secara otomatis.

Ketika Anda menemukan kenyataan bertolak belakang dengan apa yang Anda harapkan, maka Anda akan dengan tergesa-gesa menyelesaikan pekerjaan itu dengan sembarangan pada saat batas waktu terakhir.

Selama proses penyelesaian pekerjaan dalam hati Anda tidak akan merasakan senang, tidak peduli sebelum mengerjakan, sedang mengerjakan atau setelah mengerjakan pekerjaan itu.

Di bawah ini adalah 5 alasan yang membuat anak menunda mengerjakan pekerjaan sekolah, serta saran-saran kami untuk Anda :

  1. Tidak mengerti harus bagaimana mengerjakan: jika anak sedang terjebak dalam kesulitan, semangati dia lebih awal mencari bantuan. Jika Anda mulai lebih awal memberi bimbingan pekerjaan sekolah kepada anak Anda, pengaruh bagi anak Anda akan semakin besar.
  1. Kebiasaan tidak baik dalam pekerjaan: memberi bimbingan kepada anak menyelesaikan dulu pekerjaan sekolah yang paling sulit, setelah itu baru bisa dengan gembira dan santai mengerjakan pelajaran yang lain.

Hal ini merupakan satu teknik yang bagus di dalam pengolahan waktu, anak Anda bisa karena hal ini menerima keuntungan secara jangka panjang.

  1. Takut kurang baik mengerjakan pekerjaan: terkadang mereka takut kurang baik mengerjakan pekerjaan, maka mereka tidak mau mencoba, hal tersebut berkaitan dengan sikapnya. Di dalam masalah pelajaran sekolah jangan memberikan tekanan terlalu besar kepada anak, harus menuntun keluar keingintahuan mereka serta kesenangan mereka terhadap menangai masalah yang baru.

Lebih baik mengerjakan yang lain: Ini merupakan masalah kuno tentang kedisiplinan diri, saat ini harus membangun aturan rumah tangga untuk membantu anak. Misalkan, selesai belajar baru boleh menonton TV atau menelepon teman.

 

 

  1. Mengejar kesempurnaan: Ada sebagian orang paham mereka memiliki kesempurnaan yang bisa hadir tanpa terasa, tetapi untuk tugas sekolah tidak perlu diulang secara terus menerus. Anda boleh memberitahukan anak Anda cara mengoreksi yang cepat, misalkan mempergunakanTipp-Ex, penghapus pensil atau alat penghapus yang lain, tidak perlu mengejar kesempurnaan. Jikalau anak itu sendiri yang mempunyai paham kesempurnaan, mengulangi pekerjaan sekolah boleh Anda batasi, misalkan seperti  mengulang tidak lebih dari satu kali.

 

 

Share
Tag: Kategori: KELUARGA

Video Popular