Oleh Zhang Dun

Akibat krisis senjata nuklir Korea Utara yang terus memburuk. Ketiga armada  kapal induk kelompok ofensif AS akan kembali berkumpul di perairan wilayah Semenanjung Korea untuk membuat gentar rezim Korea Utara yang rencananya akan mengadakan lagi uji coba senjata nuklir.

Rezim Korea Utara terus memprovokasi ketegangan di wilayah Asia Pasifik.

Media AS, Korea Selatan, Jepang dan lainnya mengutip pernyataan pejabat Korea Utara memberitakan bahwa rezim Korea Utara sedang mempersiapkan uji coba senjata nuklir putaran keenam yang mungkin akan diadakan pada pertengahan a itu pada minggu pertama bulan ini yang waktunya disesuaikan dengan Presiden Tiongawal bulan April ini.

Beberapa ahli memperkirakan, Korea Utara bisa jadi akan melakukan uji coba Xi Jinping mengunjungi AS untuk bertemu dengan Donald Trump.

Menhan AS James Mattis dalam konperensi persnya di London pada 31 Maret mengatakan bahwa AS terpaksa harus bertindak untuk mencegah Korea Utara yang masih meneruskan pengembangan program senjata nuklir dan uji coba peluncurannya yang dinilai sangat sembrono.

Presiden AS Donald Trump menuduh Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang selama ini memanjakan rezim Korea Utara. Dunia luar umumnya beranggapan bahwa hampir semua  uji laboratorium senjata nuklir dan teknologi peluru kendali Korea Utara itu mendapat dukungan dari PKT.

Menlu AS, Rex Tillerson baru-baru ini memperingatkan bahwa kesabaran AS terhadap provokasi yang dilakukan Korea Utara sudah berakhir, sehingga peta operasi militer terhadap negara tersebut telah “membentang di atas meja menunggu putusan pilihan”.

Ketiga armada kapal induk kelompok ofensif AS akan kembali menempati perairan di Lautan Pasifik.

Media mengutip pemberitaan pihak militer AS pada 31 Maret menyebutkan bahwa ketiga armada kapal induk kelompok ofensif AS itu pada bulan Juni mendatang akan berada di Lautan Pasifik sekitar perairan dekat Tiongkok. Ini merupakan pertama kalinya sejak 11 tahun terakhir.

Bertemunya ketiga armada kapal induk AS ‘USS. Kitty Hawk’, ‘USS. Lincoln’ dan ‘USS. Reagen’ adalah pada 18 Juni 2006 mengikuti latihan militer di sekitar Laut Korea Selatan setelah rezim Korea Utara mengadakan uji coba nuklir pertamanya pada bulan Mei tahun itu.

Saat ini, kapal induk ‘Carl Vinson’ sudah mulai melakukan operasi di Asia Pasifik sejak bulan Januari lalu setelah berlayar meninggal San Diego, AS. Sesuai jadwal operasi O-FRP yang dimiliki pihak Angkatan Laut AS, kapal induk tersebut masih bertugas paling tidak sampai bulan Juli baru akan kembali ke pangkalannya.

‘USS Reagan’ yang berpangkalan di Jepang usai perawatan pada bulan Mei mendatang akan melakukan uji coba pelayaran, dan diperkirakan pada bulan Juni sudah dapat memulihkan kembali kemampuan operasionalnya.

‘USS. Nimitz’ yang rencananya akan beroperasi di Timur Tengah, jika tidak ada aral menghalang pada bulan Juni nanti akan tiba di wilayah Asia Pasifik setelah melakukan pelayaran panjang dari pantai barat AS.

Jadi pada bulan Juni, Juli nanti, Ketiga armada kapal Induk ofensif AS yakni ‘USS. Nimits’, ‘USS. Reagen’ dan ‘USS. Carl Vinson’ akan bertemu di perairan Asia Pasifik dengan kekuatan militer total mereka sebagai berikut :

12 skuadron dengan lebih dari 130 buah pesawat tempur F/A-18 seri ‘Super Hornet’.

3 skuadron dengan 12 buah pesawat pengintai E-2C/D ‘Hawkeye’.

3 skuadron dengan 18 buah pesawat peperangan elektronik EA-18G ‘Growler’.

6 skuadron dengan 57 buah pesawat helikopter MH-60 ‘Black Hawk’.

Disesuaikan dengan intensitas latihan sebelumnya, maka ketiga armada kapal induk juga akan menggunakan waktu 4 – 5 hari latihan untuk take-off dan landing 3.000 kali penerbangan yang 2.300 kali di antaranya adalah untuk pesawat penyerang yang mampu mengangkut dan melepas total 3.600 buah bom.

Sementara itu, AS juga akan menyertakan 4 – 5 buah kapal penjelajah kelas ‘Ticonderoga’, 8 – 9 buah kapal perusak kelas ‘Arleigh Burke’ yang total memiliki 1.500 buah perangkat peluncur rudah secara vertikal jenis MK41. Selain sebagian besar untuk meluncurkan rudal anti kapal selam jenis ‘sparrow’ dan ‘standard’, ‘ASROC’, 500 – 600 buah peluru kendali sisanya adalah jenis ‘Tomahawk’ yang nanpu terbang rendah dan dapat diluncurkan dari darat maupun bawah air.

Selain itu, AS telah menempatkan 35.688 orang tentara di Jepang dan 29.086 orang tentara di Korea Selatan.

Pihak luar menduga-duga bahwa bila “Satu ramada kapal induk AS berlayar, maka itu berarti bahwa AS sedang berparade. Bila dua armada kapal induk berkumpul, maka itu berarti bahwa AS sedang membuat gentar lawan.

Tetapi bila 3 atau lebih kapal induk berkumpul, maka itu berarti bahwa AS sudah siap berperang”. Oleh karenanya, jika saja rezim Korea Utara masih terus melanjutkan program pengembangan senjata nuklir dan mengadakan uji coba peluncuran peluru kendali untuk memprovokasi AS, Korea Selatan dan Jepang.

Maka tidak menutup kemungkinan AS akan mengadakan ‘aksi pemenggalan kepala’ yang targetnya adalah untuk melenyapkan lokasi fasilitas nuklir Korea Utara termasuk seluruh perangkatnya. (Sinatra/rp)

Share

Video Popular