Kebahagiaan bukanlah segalanya dari hidup, tapi semua orang seharusnya tahu jalan menuju kebahagiaan itu apa, terutama hidup dalam masyarakat yang menurutkan dorongan hati, memuja uang dan melihat raut muka orang.

Adapun mengenai bagaimana mendapatkan kebahagiaan batin dan sukacita adalah pelajaran yang wajib dipelajari setiap orang.  Universitas Harvard telah menginterpretasikan definisi dari sejumlah gambar berikut ini, sehingga miliaran orang telah memetik manfaatnya.

Bersyukur / berterima kasih

Banyak orang yang menjadikan rasa syukur itu sebagai suatu pengorbanan, sebenarnya, rasa syukur itu sendiri merupakan suatu berkat (kebahagiaan).

Ketika kita tiba-tiba teringat seseorang, orang yang pernah begitu baik pada kita, akan muncul seberkas rasa tersentuh dalam hati, ini adalah suatu kebahagiaan. Jika kita berpikir bahwa pengorbanan orang lain itu memang sudah sepantasnya, maka rasa tergugah dalam hati kita pasti lemah tidak terbangkitkan.  

Teman

Sebuah studi di Harvard University menyimpulkan bahwa faktor eksternal terutama yang mempengaruhi kebahagiaan individu adalah hubungan interpersonal.

Indeks kebahagiaan dan sukacita kita acapkali punya hubungan yang lebih besar dengan kualitas hubungan interpersonal kita, dan kualitas dari hubungan interpersonal ini adalah kepercayaan antara satu sama lain dengan sekelompok orang yang optimis, karena itu, anda akan jauh lebih gembira bersama dengan sekerumunan orang yang ceria.

Simpati

Dunia ini sebenarnya tidak akan ada yang namanya konflik. Konflik akan terjadi ketika kita hanya berpegang teguh pada posisi sendiri, penyesalan terbesar dalam hidup adalah tetap berikeras pada pendapat sendiri yang anda anggap paling benar, tapi melupakan apa yang Anda inginkan, meski anda benar juga, lantas apa selanjutnya?

Padahal kalau direnungkan, “saya benar” adalah akar dari semua konflik. “Saya benar” juga merupakan akar dari semua penderitaan. Sebenarnya terkadang anggapan “Saya memang benar” itu tidaklah sepenting seperti yang anda pikirkan.

 

Belajar

Otak bagaikan otot, semakin banyak ditempa semakin besar yang diperoleh, ketika otak kita berpikir dan aktif dengan penuh vitalitas, kita tidak akan memikirkan hal-hal yang sedih, kita akan menjadi lebih ceria dan senang.

Jadi, saat Anda kebetulan menemui sesuatu yang tidak diinginkan (kekecewaan, mala petaka dsb), maka belajar mungkin akan menjadi vitamin yang paling bagus. Dengan demikian, redaksi pikir satu cara yang penting untuk mendapatkan kebahagiaan dan sukacita itu adalah jangan singkirkan kebiasaan belajar anda.

Kerja

Meskipun beraktivitas dalam pekerjaan yang kita sukai itu penting, tetapi kebanyakan dari kita tidak bisa merealisasikannya karena alasan lingkungan dan berbagai faktor lain!

Karena itu, dengan menemukan nilai dan makna dari pekerjaan itu adalah cara penting untuk mendapatkan rasa bahagia, penyesalan terbesar manusia dalam hidupnya adalah bukan karena telah melewatkan kesempatan yang telah diberikan, melainkan karena anda punya hak memilih suasana hati anda setiap hari, tapi Anda tidak menggunakan hak ini.

Saat itu juga

Studi Harvard University menyebutkan, jika Anda merasa kecewa, karena anda tidak senang dengan masa lalu, sementara jika Anda merasa khawatir dan cemas, karena Anda hidup di masa depan. Kemarin telah berlalu dan menjadi masa lalu, sedangkan besok belum terjadi, tapi hanya hari ini adalah pengalaman hidup yang paling berharga.

Memaafkan

Satu kesalahan yang paling sering dilakukan orang-orang adalah menghukum dirinya sendiri atas kesalahan orang lain, memaafkan dan menerima orang-orang yang menyakiti kita itu adalah satu-satunya cara untuk membuka tali simpul yang melilit (pikiran) kita.

Terima kasih

Hidup ini selalu direfleksikan dengan nilai diri, jika kita menghargai orang dan masalahnya dengan pandangan kagum, maka Anda akan lebih banyak menemukan kelebihan orang lain, mengagumi kelebihan orang lain, dan saat seperti ini kita merasa senang!

Sebaliknya ketika kita selalu mencari-cari kesalahan dan kekurangan orang lain, hati kita serasa sesak dan tidak akan merasa senang!

Jika dalam kehidupan sehari-hari kita bisa menunjukkan ekspresi kekaguman itu secara alami pada orang lain, maka kita telah memiliki cara interaktif untuk mendapatkan kebahagiaan seumur hidup, jadi, tinggalkan senyum kepada orang lain, sementara sukacitanya untuk diri sendiri itu adalah suatu cara hidup yang bijaksana.

Berhubungan karib dengan seseorang

Yang dimaksud dengan Buddy (sobat) adalah seseorang yang sangat memahami dan tahu betul dengan diri kita!

Sosok orang yang bisa meresap ke dalam dunia (pikiran) kita, dan biarkan dia tahu bahwa Anda telah mengerti, bukan memendam di dalam hati.

Komitmen

Komitmen, salah satunya adalah komitmen terhadap diri sendiri, di sisi lain adalah komitmen terhadap orang lain. Jika kebahagiaan itu adalah segelas air, maka komitmen itu adalah gelas.

Optimis

Tetap optimis dalam masa-masa sulit, tetap rendah hati dalam setiap kelancaran, merupakan suatu pilihan sekaligus kebijaksanaan.

Mencintai tanpa syarat

Semua orang ingin mencintai dan dicintai, terkadang kita tidak kekurangan cinta atau kasih sayang, yang benar-benar kurang adalah kemampuan untuk mencintai dan dicintai, yang namanya cinta sejati itu tanpa syarat, dibalik cinta sejati itu adalah menerima, bersimpati, menghargai, mengagumi, percaya. Bukan menguasai atau bergantung.

Mencintai diri sendiri

Seseorang yang tidak bisa mengurus dirinya sendiri biasanya kurang bisa mengurus orang lain. Seseorang yang tidak mengerti bagaimana mencintai dirinya sendiri biasanya tidak memiliki kemampuan untuk mengasihi orang lain.

Tempaan dan istirahat adalah cinta yang paling dasar terhadap diri sendiri. Tetapi banyak dari kita yang tidak bisa memberikan kesadaran alami diri yang maksimal. Apakah Anda benar-benar mencintai diri anda sendiri? Bagaimana Anda mencintai diri Anda ? Jadi apa jawaban yang Anda berikan pada diri anda sendiri?

Memberi

Ada satu prinsip penting dalam psikologi, “Di saat Anda memberi itu anda telah mendapatkan balasannya bersamaan dengan itu, ketika anda bisa berkorban dan memberi itu adalah sebuah pemberian atas respon yang baik terhadap diri anda sendiri, dan respon dari maksud baik ini adalah sumber dari rasa sukacita!

Hasil Studi Universitas Harvard mengatakan, “Orang-orang yang berbuat baik, otak mereka menjadi aktif, sama seperti ketika Anda mendapatkan penghargaan lain, itu adalah stimulasi dari otak. Oleh karenanya, orang-orang yang peduli terhadap orang lain itu jauh lebih bahagia ketimbang mereka yang tidak terlalu peduli.” (jhony/rmat)

Share

Video Popular