Dalam ajang paralimpiade musim panas 2012, ada seorang gadis 20 tahun bernama Jessica Long yang menjadi pusat perhatian dari segenap penonton!

Ia merebut 5 medali emas, dua perak, bisa dikatakan perenang yang sangat sukses di ajang tersebut, namun, dibalik kecemerlangannya yang mengagumkan itu terdapat bayangan pertumbuhannya yang tidak diketahui orang.

Dikutip dari facebook Jessica Long.

Jessica lahir di sebuah kota kecil di Siberia, Rusia. Awalnya nama aslinya adalah Tatiana Kirillova, sepasang kakinya pendek dan kecil sejak lahir. Sementara tulang pada anggota badan bagian bawahnya juga kurang sebagian. Dan dokter juga terus terang mengatakan, mungkin seumur hidupnya tidak bisa berjalan normal lagi.

Mungkin karena beban itu terlalu berat bagi pasutri miskin, akhirnya Tatiana ditinggalkan orang tuanya!

Ia dibawa ke sebuah panti asuhan, di lingkungan yang keras dan kurangnya sumber daya.

Selama tinggal di panti asuhan, bukan saja tidak ada popok, juga terpaksa memakai kain robek dari pakaian lama. Untungnya, Beth dan Steven melihatnya di situs adopsi internasional, kemudian mereka terbang ribuan mil, hanya untuk mengadopsi Tatiana.

Selama proses adopsi, pihak yayasan memberitahu Beth dan Steven bahwa gadis itu sudah tidak punya keluarga. Setelah memahami latar belakang dari bayi itu, kemudian mereka kembali ke Amerika sambil membawa Tatiana yang baru berusia 13 bulan ketika itu, dan memberi nama baru padanya, Jessica.

Jessica beradaptasi dengan lingkungan serta kehidupan barunya di Amerika. Saat berusia 18 bulan, sepasang kaki Jessica akhirnya diamputasi setelah pertimbangan matang oleh dokter setempat, dan sejak itu ia mulai menapak jalan hidupnya dengan kaki palsu.

19 tahun kemudian, ia menjadi “putri duyung” yang lincah dalam kompetisi Olimpiade, mungkin tidak terbayangkan oleh Anda usaha dan kerja keras yang harus diperjuangkan Jessica, sehingga baru bisa mencapai prestasinya sekarang. Pada saat ketenarannya itu, ia ingin melakukan satu hal, yakni ingin mengetahui keberadaan orang tua kandungnya.

Jessica selalu berpikir orang tua kandungnya telah meninggal, tetapi ketika ia mencoba untuk menemukan tempat pemakaman orang tuanya, ia menemukan orang tuanya masih hidup dan sekarang mereka tinggal di Bratsk, Rusia.

Jessica ingin sekali bertemu dengan orang tua kandungnya. Dia mengatakan,  “Saya tidak ingin mengubah apa pun, sekarang saya memiliki kehidupan yang baik, sekaligus juga telah mewujudkan mimpi saya, saya hanya ingin bertemu sejenak dua sosok orang yang telah melahirkan saya.”Dari sebuah TV, ibu kandung Jessica yang mengetahui kabar tentang putrinya yang sedang mencarinya itu terkejut bukan main, dan tidak berani percaya kalau bocah cacat bawaan itu sekarang telah menjadi perenang kelas dunia.

Hatinya terasa perih saat mengenang masa lalunya, lalu ia berinisiatif menulis surat kepada Jessica, meminta untuk bertemu.

Pada 2013, Jessica akhirnya kembali ke kota kecil tempat kelahirannya, ia bertemu kembali dengan ibu kandungnya 20 tahun kemudian. Sang ibu memeluk putrinya sambil meneteskan air mata, dan berkata kepada Jessica, “Gadis kecilku, maafkan aku.”

Jessica tidak mengerti bahasa Rusia, tapi malam itu, ia mengirimkan satu pesan kepada ibunya, “Aku secara murni mencintaimu.”

Pengakuan antara Jessica dengan ayah ibu kandungnya menggugah hati banyak orang, ia tidak menyalahkan ayah-ibunya yang dengan tega mencampakkannya sejak bayi.

Tetapi Jessica menggunakan cinta kasih dan jiwa besarnya mendapatkan kembali cintanya. Orang tua Jessica pun meneteskan air mata penyesalan, dan segala penyesalan itu pun kini telah ditutupi dengan kebahagiaan. (jhony/rp)

Share

Video Popular