Olahan berbahan jengkol diminati banyak orang, meski ada juga yang ‘dongkol’ karena tidak menyukainya. Pasalnya baunya yang menyengat. Namun kenikmatan jengkol memang membuat sensasi tersendiri. Olahan yang populer seperti semur jengkol, balado jengkol, nasi goreng jengkol banyak kita temui.

Nah kalau soto Betawi? Tongseng jengkol? Atau bahkan kopi jengkol? Rasanya kok aneh yaa.  Tapi ternyata bagi penikmat jengkol, itu tak aneh.

Seperti yang bisa ditemui di Republik Jengkol, sebuah warung/ café yang menyediakan aneka olahan berbahan jengkol  di kawasan Cijantung, Ciracas, Jakarta Timur.  Tongseng jengkol menjadi favorit pengunjungnya.

Warung yang lebih cenderung seperti café ini baru buka Senin (3/4/2017) yang lalu. Menempati area yang lumayan luas. Daya tampungnya mencapai 80 orang. Dan uniknya Republik Jengkol sengaja mengangkat olahan bahan lokal, bahan jengkol yang dikenal makanan kampong ini sebagai andalannya.

Bayu Astha Nugraha kepada erabaru.net mengatakan  pilihan jengkol menjadi bahan utama, salah satunya karena unik dan jarang ada bisnis yang mengkhusukan pada olahan jengkol. Selain itu untuk mengangkat jengkol dari makanan kampong ke kelas yang lebih lagi.

“Dan kami merasa surprise banget, ternyata jengkol digemari. Terbukti baru 3 hari ini buka, selalu ramai,” katanya kepada erabaru.net di Republik Jengkol, Jl Bogor Cijantung, Rabu (5/4/2017).

Bayu. (foto: rmat)

Republik Jengkol yang merupakan cabang dari Republik jengkol di jl Kramat ini mengusung tagline “Kuliner Serba Jengkol, Nikmat Tanpa Bau”. Sesuai tagline citarasa jengkol yang nikmat benar-benar tak bau saat dinikmati.

Ternyata ada rahasianya agar jengkol tak bau. Menurut chef Republik Jengkol, Fathoni, jengkol diproses dulu sebelum dijadikan aneka menu.

“Jengkol kita presto sejam dan saya kasih rempah-rempah biar tak bau. Inilah yang membedakan olahan jengkol di tempat kami,” kata pria asli Jogjakarta yang ramah ini kepada erabaru.net.

Fathoni inilah yang menyulap jengkol menjadi menu Soto Jengkol, nasi goreng jengkol, tongseng jengkol, balado jengkol, semur jengkol, mie jengkol,  jengkol lada hitam, jengkol sambal ijo, dan pasta jengkol. Bahkan diracik juga menjadi minuman, Kopi jengkol!

Kopi jengkol. (foto: rmat)
Tongseng jengkol. (foto: rmat)

Jengkol didatangkan khusus dari Jepara. Pasalnya Jengkol dari Jepara mutunya dipandang bagus, meski harganya lumayan mahal. Setiap harinya mampu menghabiskan 30 kg jengkol.

Dengan rate harga mulai dari Rp. 18000 – Rp 24000, aneka jengkol sudah bisa dinikmati.  Tak heran Bayu optimis, Republik Jengkol akan cepat berkembang dan mampu mencapai target omzet yang dicanangkannya, Rp. 10 juta/hari!

Republik Jengkol di Cijantung, Jaktim. (foto: rmat)

Saat ini Republik Jengkol buka mulai jam 11.00 WIB – 22.00 WIB. Rasanya bagi penikmat jengkol bolehlah mampir di tempat ini. Dan yang bagi tak menyukainya, tak ada salahnya mencoba, mungkin kedongkolan Anda bisa hilang. Selamat mencoba.  (erabaru.net/rmat)

Share

Video Popular