Kehadiran cahaya mata memang sering ditunggu oleh pasangan yang menikah. Siapa saja pasti senang jika dikaruniai anak-anak yang lucu dan sering menghibur. Namun, tidak semua orang tua beruntung untuk mendapatkan anak-anak yang mereka impikan, sehat, lincah dan lucu. Ada saja antara orang tua yang diuji dengan berbagai tes melalui anak-anak mereka.

Seperti yang terjadi pada Elysse Mata, dia harus berhadapan dengan sebuah keputusan yang begitu sulit ketika bayi yang dikandungnya dikatakan dalam keadaan yang tidak normal seperti bayi-bayi lainnya. Kembar yang dikandungkan Mata dikatakan menyatu antara satu sama lain.

Apa yang paling membahayakan ketika mereka berkumpul di dada, berbagi organ-organ penting sehingga menyebabkan bayi-bayinya beresiko sehingga dokter menyarankan agar dia menggugurkan kandungan tersebut. Tapi dengan harapan dan kepercayaan di dalam hati mereka, dia dan suaminya, Eric, memutuskan untuk melahirkan mereka.

Keluarga yang tinggal di Lubbock, Texas, Amerika Serikat ini telah menempatkan kepercayaan yang teguh kepada Tuhan. Mereka juga yakin dengan keahlian dan pengalaman ahli bedah di Rumah Sakit Anak Texas untuk anak kembar perempuan mereka.

Pasangan kembar siam, Knatalye Hope dan Adeline Iman ketika dilahirkan …

Foto: Facebook/We love Faith & Hope Mata

Pada 11 April 2014, Elysse melahirkan kembar perempuan dempet dan berbagi beberapa organ seperti paru-paru, kandung perikardium (lapisan jantung), diafragma, hati, usus, usus besar dan panggul.

Pasangan kembar perempuan itu selamat dilahirkan 9 minggu lebih awal dalam keadaan sehat. Bagi Mata kembarnya adalah surga baginya dan dia begitu bersyukur karena memiliki mereka dalam pelukannya.

Foto: Keluarga Mata

Knatalye Hope dan Adeline Faith tinggal di Rumah Sakit Anak Texas di Houston, di bawah pengawasan ahli dari tim medis selama hampir setahun. Mata dan keluarganya akhirnya pindah sehingga mereka bisa menjadi lebih dekat dengan rumah sakit dan bayi mereka.

Kasih si abang, Azarya, menyanyangi saudara kembarnya …


“Untuk memisahkan kembar siam adalah tugas yang sangat rumit dan ada banyak risiko yang dihadapi dan kematian adalah benar-benar sebuah risiko,” kata Dr. Cass.


Operasi berlangsung selama 26 jam di Rumah Sakit Anak Texas di Houston, di mana satu tim yang terdiri dari 12 orang ahli bedah, enam orang ahli bius, dan delapan orang perawat bedah.


Akhirnya pada 17 Februari, 2015, untuk pertama kalinya mereka dipisahkan.

Keberhasilan operasi tersebut tidak hanya dirayakan oleh keluarga Mata malah ia juga adalah sebuah kesuksesan dan sejarah dalam bidang medis.

Sepanjang perjalanan mereka yang pahit itu, selain mendapat dukungan penuh tim medis, mereka juga menerima dukungan dari keluarga, kawan-kawan dan pengikut Facebook.

Akhirnya, kembar Mata memiliki identitas mereka sendiri …

Abang si kembar, Azarya terlihat tidak sabar untuk bermain dengan si kecil. Dia sudah membangun rumah pohon di belakang rumah dan sebuah goa Batman dan berharap agar dapat bermain bersama si kembar kelak.

Setelah berbulan-bulan menghadapi berbagai dugaan, keluarga ini akhirnya dapat kembali ke rumah bersama-sama …


Knatalye Hope Mata


Ibunya mengatakan bahwa si kecil ini sangat lincah! Dia berjalan, mendaki, mencoba untuk lari, ingin melakukan segalanya dan sangat penyayang!

Adeline Faith Mata


Meskipun dia mengalami trakeotomi tetapi keadaan itu tidak memperlambat pergerakannya. Jika dahulu dia mengandalkan ventilasi oksigen sepanjang waktu tapi sekarang dia hanya menggunakan 1-2 liter oksigen saja. Dia berusaha untuk bangun dan berdiri. Meskipun kakinya masih lemah tapi dia tidak berhenti untuk mencoba.

Kondisi tersebut memang sulit, tapi itu adalah sesuatu yang sangat berharga.

Dengan memilik empat orang anak kecil membuat kehidupan mereka menjadi sibuk dan begitu melelahkan tetapi sangat membahagiakan dan menyenangkan. Knatalye Hope, Adeline Faith dan Mia Love mengisi kehidupan Mata dengan harapan, kepercayaan dan kasih sayang. Azarya pastinya berusaha untuk menjadi abang yang baik kepada tiga adik perempuan yang begitu cantik.

Meskipun memiliki empat orang bocah yang masih kecil, ditambah dengan kelincahan masing-masing, Elysse tidak melepaskan kesempatan untuk melanjutkan studinya. Dia kini kembali ke perguruan tinggi untuk menjadi seorang perawat!


Keluarga bahagia ini telah memberi inspirasi dan pesan luar biasa kepada publik untuk teruskan berjuang.

“Harapan dan kepercayaan adalah pegangan kami sepanjang perjalanan ini. Saya ingin semua orang untuk tidak pernah menyerah, “kata Eric. (Erabaru.com.my/asr)

Share

Video Popular