JAKARTA – Laporan yang ditulis oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian ESDM menyebutkan pada bulan Maret 2017 lalu tercatat 1  gunungapi pada Level IV (AWAS), 15 gunungapi pada Level II (WASPADA) serta 51 gunungapi pada Level I (NORMAL).

Data PVMBG menyebutkan berdasarkan data visual dan kegempaan selama Maret 2017 tingkat aktivitas Gunung Sinabung pada Level IV (AWAS) dan tidak tercatat adanya korban harta maupun jiwa.

Aktivitas Sinabung, selama Maret 2017 kegempaan didominasi oleh gempa Guguran dan Low Frequency masing-masing terekam sebanyak 2208 dan 878 kejadian perbulan, untuk gempa erupsi terekam selama Maret 2017 sebanyak 104 kejadian per bulan.

Laporan yang dipublikasikan dalam situs resminya, PVMBG mengingatkan masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan dalam jarak 7 km untuk sektor selatan-tenggara, di dalam jarak 6 km untuk sektor tenggara-timur, serta di dalam jarak 4 km untuk sektor utara-timur G.

Sedangkan Jumlah gunung api pada Level II (WASPADA) dalam bulan Maret 2017 sebanyak 15 gunung api. Aktivitas erupsi adalah G. Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara dan G. Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.

Adapun gunung api lainnya belum menunjukan aktivitas peningkatan atau penurunan adalah G. Kerinci di Jambi,  G. Anak Krakatau, G. Semeru, G. Bromo, G. Rinjani, G. Lokon, G. Soputan, G. Karangetang, G. Gamalama, G. Sangeangapi, G. Rokatenda, G. Gamkonora, G. dan G. Marapi.

Sepanjang  Maret 2017 tingkat aktivitasnya masih Level II (WASPADA), tidak ada kejadian bencana yang mengakibatkan korban harta dan jiwa, kecuali di G. Lokon terdapat 1  orang pendaki meninggal di dalam kawah.

Sementara jumlah gunungapi dalam Level I (NORMAL) sebanyak  51 gunungapi, selama bulan Maret 2017 tersebar di seluruh wilayah Indonesia yakni Sumatera 8 Gunung, Jawa 15 Gunung, Bali 2 Gunung, Nusa Tenggara Barat 1 Gunung, Nusa Tenggara Timur 16 Gunung, Maluku 3 Gunung dan Sulawesi 6 Gunung.

“Selama bulan Maret 2017 belum menunjukan adanya peningkatan aktivitas baik visual maupun kegempaan,” tertulis Laporan PVMBG.

Untuk diketahui, PVMBG menyampaikan bahwa di Indonesia tersebar sebanyak 127 gunung api yakni 13% gunung api di dunia ada di Indonesia.  Gunung api tersebut membentuk busur kepulauan yang membentang dari ujung barat sampai timur, yaitu dari pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi bagian utara, dan Kepulauan Sangir Talaud.

Sebanyak 76 gunung api dinyatakan sangat aktif ditandai pernah erupsi sejak 1600 sampai sekarang disebut sebagai Gunungapi Tipe-A, tiga diantaranya berada di bawah laut (Buana Wuhu/Sangir, Hobalt dan Emperor of China /Flores), hingga saat ini hanya 69 gunungapi dipantau secara menerus melalui 74 pos pengamatan gunungapi, sebagai salah satu mitigasi erupsi gunungapi.

PVMBG mengingatkan erupsi gunung api dapat menyebabkan bencana bagi penduduk di sekitarnya, hingga saat ini, tidak kurang dari 5 juta jiwa bermukim dan beraktivitas di sekitar gunungapi aktif, sehingga risiko terjadi bencana erupsi gunungapi di Indonesia sangat besar. (asr)

Share

Video Popular