Oleh: Zhengjian.org

Ditilik dari sudut pandang Bumi, sejarah perkembangan manusia modern, secara bertahap telah berkembang menjadi sejarah kerusakan. Dan mau tidak mau kita harus merenung, “Apakah pada saat manusia menjadi buruk lantas akan terjadi bencana yang mematikan ini? “

Mungkin, legenda yang berhubungan dengan negeri Loulan layak kita renugkan.

Dalam catatan The “Great Tang Records on the Western Regions”, pernah menceritakan kisah tentang sebuah kota yang hilang di tengah gurun. Masyarakat disana hidup damai bahagia dan makmur, tapi tidak percaya pada Dharma Buddha, dan juga tidak menghormati Buddha.

Biksu Xuanzang semasa dinasti Tang. (Wikipedia)

Suatu hari, ada seorang Lo han (Arahat-murid Sang Buddha), pergi untuk menyembah Buddha, penduduk setempat takjub melihat raut muka dan busana unik yang dikenakan Lohan, lalu bergegas melaporkan hal itu kepada raja.

Mendengar itu, sang raja kemudian memerintahkan kepada penduduknya untuk tidak memberikan makanan kepadanya. Hanya ada seorang yang pernah menyembah Buddha yang tidak tega melihatnya, lalu secara diam-diam membawakan makanan untuk Lohan.

Suatu hari, ketika Lohan ingin meninggalkan kota raja itu, ia berkata kepada orang yang memberinya makanan , “Tujuh hari kemudian, langit akan menurunkan hujan pasir, dan mengubur kota ini, tidak akan menyisakan satu makhluk pun. Kamu bersiap-siaplah, dan segera tinggalkan kota ini lebih awal.”

Dan Sang Lohan tiba-tiba lenyap usai berkata kepada orang itu.

Orang itu kemudian memberitahu kepada kerabatnya, tapi tidak ada yang percaya omongannya. Keesokan harinya, tiba-tiba bertiup angin kencang, dari langit tampak berjatuhan aneka macam permata, orang-orang sangat gembira, dan mencaci maki orang yang berkata sembarangan itu.

Hanya orang itu yang dengan teguh percaya bahwa bencana itu pasti akan datang, diam-diam ia menggali sebuah saluran bawah tanah yang menuju ke luar kota.

Pada hari ketujuh tengah malam, orang-orang di kota telah tertidur pulas, butiran pasir jatuh dari langit, tidak lama kemudian, butiran pasir itu pun memenuhi seisi kota, sementara orang itu telah keluar dari saluran bawah tanah dan berjalan ke timur menuju ke kota lainnya. Sesampainya di negeri Tang, kota yang sebelumnya makmur akhinya   telah menjadi sebuah bukit pasir raksasa.

Bagi sejumlah besar orang, kisah ini terdengar seperti sebuah legenda, namun, para arkeolog sekarang justru bingung dan tak habis mengerti mengapa kota kuno yang makmur itu terkubur di bawah lapisan pasir yang tebal-tebal ketika mereka sedang melakukan  penggalian situs negeri kuno Loulan di Xinjiang?

Banyak legenda kuno yang dianggap tak lebih dari sebuh mitos, hanya dikarang-karang. Sebenarnya, jika hal yang terjadi sekarang ini didengar oleh orang-orang masa depan, mereka juga akan menganggapnya tak lebih dari sebuah mitos, bukankah begitu?

Sesuatu atau pengetahuan yang belum diketahui oleh ilmu pengetahuan sekarang selalu dianggap tidak ada.(jhoni/rp)

Share

Video Popular