Pasar Tomohon, Sulawesi Utara, sudah terkenal akan barang dagangan ekstrem yang tak pernah anda temukan pada sejumlah pasar tradisional di seluruh Indonesia lainnya. Di sini anjing, kucing, tikus, kelelawar, ular phyton, biawak dan monyet menjadi santapan bagi masyarakat Minahasa.

Tentu bagi kebanyakan orang tak kuasa memandang apa yang dia lihat ketika berada pada pasar ini. Namun hal demikian menjadi daya tarik sendiri bagi sebagian orang untuk mengetahui adanya panganan eksotis di belahan pulau Sulawesi.

Bahkan pernah terjadi ada wisatawan yang menangis saat menyaksikan anjing-anjing dijagal di pasar ini. Tentu para wisatawan ini dilaporkan tak berlangsung lama untuk melihat keberadaan pasar Tomohon .

Saat anda berada di Sulawesi Utara, anda dengan mudah menemukan panganan eksrem pada dua tempat yakni di Pasar Tradisional Tomohon dan Langowan.Hewan-hewan yang mungkin menjadi hewan peliharaan dengan mudah ditemukan di sini diperjualbelikan untuk dimakan.

Lalu bagaimana ketika ada dunia mancanegara menulis kejadian ini? hal demikian sebagaimana disorot oleh media asal Inggris, Daily Mail, Senin (3/4/2017) yang menurunkan laporannya. Dalam tulisannya bagaimana upaya aktivis dan otoritas setempat untuk merayu masyarakat agar tak memakan hewan yang terancam punah keberadaannya termasuk monyet.

Hewan dengan nama ilmiah Macaca nigra, adalah bagian dari sebuah kaleidoskop satwa liar yang eksotis yang bisa ditemukan di seluruh Indonesia, termasuk harimau dan orangutan, yang terus menghadapi berbagai ancaman dari pemburu liar hingga menyebabkan kehancuran habitat mereka.

“Di tempat lain beberapa spesies monyet yang menghadapi kepunahan karena penyusutan habitat,” kata Yunita Siwi dari Selamatkan Yaki, sebuah yayasan yang kampanye untuk melindungi primata tersebut, kepada AFP. “Tapi di sini habitat semakin menipis dan orang-orang makan monyet,”tambahnya.

Daging monyet ini dihargai tinggi oleh orang-orang dari etnis Minahasa, kelompok yang sebagian besar adalah Kristen dan yang paling padat penduduknya dari negara yang mayoritas Muslim. Kelompok etnis ini tidak memiliki aturan tentang makan binatang eksotis, tidak seperti penduduk muslim di Indonesia lainnya.

Tentu tulisan tentang pasar Tomohon menuai komentar dari banyak pengguna internet di Inggris. Antara lain akun Jhon menulis “Bagaimana  orang-orang ini hidup seperti di zaman batu, sedangkan sekarang adalah abad ke-21, membunuh dan memakan apapun yang melayang, berjalan, berenang. Tidak ada yang lolos dari mereka.” (DailyMail/asr)

Share

Video Popular