Menurut laporan, pada tanggal 25 Maret yang lalu, Shiryl sedang menjalani prosedur bedah kosmetik yang melibatkan dada, punggung dan juga pembedahan untuk membuang lemak di sebuah klinik yang bernama The Icon Clinic yang terletak di Mandaluyong.

Ini bukan kali pertama korban melakukan bedah kosmetik di klinik tersebut. Shiryl pernah melakukan operasi hidung pada 2013 berikutnya operasi untuk memperbesar payudara pada 2015.

Dokter yang bertanggung jawab selama proses operasi tersebut adalah Samuel Eric Yapjuangco dan ahli bius, Jose Jovito Mendiola. Mereka dibantu oleh tiga perawat.

Setelah proses pembedahan itu selesai, jantung Shiryl secara tiba-tiba berhenti berdetak pada jam 02:40 .

Para dokter mencoba untuk menyelamatkan Shiryl dengan meminta bantuan dari pusat medis Makati untuk datang ke klinik tersebut.

Namun, misi untuk menyelamatkan Shiryl tetapi tidak berhasil. Shiryl meninggal dunia pada jam 03.21.

Dokter terkejut ketika jantung Shiryl secara tiba-tiba berhenti bekerja. (Sumber: Facebook )

Menindaklanjuti berita kematian wanita ini, banyak pihak yang merasa sangsi dengan aspek keamanan dalam melakukan bedah kosmetik.

Ada juga yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti kewajaran dalam melakukan tiga bedah kosmetik sekaligus, tingkat keahlian dokter yang menangani operasi tersebut dan sebagainya.

Setelah autopsi dilakukan, ditemukan penyebab kematian adalah karena kegagalan fungsi organ akibat komplikasi dari operasi tersebut.
Kepala polisi superintenden, Romulo Sapitula menyatakan tim khusus telah dibentuk yang melibatkan dokter dari Laboratorium Kriminal Kepolisian Nasional Filipina, dokter dan petugas penyidik untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Pada 31 Maret 2017, pemerintah lokal Mandaluyong telah mengeluarkan instruksi penutupan The Icon Clinic. Selain itu, The Icon Clinic telah mengeluarkan pernyataan melalui pihak pengacaranya untuk memberikan kerjasama penuh dalam penyelidikan kasus ini.

Diharap, kematian Shiryl dapat memberi peringatan kepada masyarakat tentang bahaya bedah kosmetik yang kini semakin pesat di Asia. (Erabaru.my/Yant)

Share

Video Popular