Belajar Menjalani Kehidupan

375

Membaca judul ini, mungkin Anda bisa merasa keheranan atau merasa tidak perlu: Siapakah yang tidak bisa hidup?

Jika Anda beranggapan demikian maka Anda keliru. Plato pernah mengatakan, “Selamanya hidup itu tidak semudah dan sesederhana seperti itu, walaupun Anda hidup dalam keadaan lancar dan menyenangkan, Anda juga akan menjumpai kesulitan yang perlu Anda tanggulangi”.

Ada orang yang karena tidak mengerti bagaimana untuk “hidup”, lantas tidak bisa keluar dari keadaan yang sulit. Bukan hanya tidak bisa menikmati sinar mentari kehidupan ini, bahkan merasa letih menghadapi kehidupan yang membuatnya selalu berkeluh kesah sepanjang hidup. Ini sikap manusia yang apatis!

Sebenarnya kehidupan ini indah sekali, kuncinya terletak pada bagaimana Anda menjalani “kehidupan” ini. Orang yang benar-benar bisa menjalankan kehidupan ini, dalam kehidupannya akan menemukan banyak sekali hal-hal yang sangat indah sekali, dari hal-hal tersebut dia akan menikmati kegembiraan yang tiada batas. 

Kehidupan ini bagaikan timbangan, di satu sisi adalah pengorbanan, di sisi yang lain adalah imbalan jasa, tetapi timbangan ini tidak bisa selalu seimbang. Maka, ketika Anda berkorban untuk orang lain, jangan sekali-kali memikirkan imbalan jasa, karena berkorban itu sendiri sudah merupakan semacam perolehan. 

Orang yang mengerti bagaimana menjalani “kehidupan”, dia akan paham bagaimana bersikap menjadi orang. Mereka acapkali memakai kejujuran sebagai dasar, menggunakan kebaikan untuk kedamaian. Tidak mempedulikan apakah imbalan “jasa” itu hanya sebuah senyuman, atau hanya sebuah  ucapan “terima kasih” saja, mereka juga akan merasakan puas dan gembira. Persis seperti yang dikatakan pepatah China kuno, “Melakukan hal-hal yang bermakna itu sendiri adalah suatu kenikmatan terhadap kehidupan.” 

Tujuan hidup kita adalah demi menikmati kehidupan, mengejar dan mendapatkan kebahagiaan dalam kehidupan ini. Asalkan Anda menggunakan hati yang setia dan jujur untuk memperlakukan setiap orang yang berada di samping Anda, dan menjadi seorang yang bermoral tinggi. Dalam hal-hal yang sepele Anda juga dapat memahami makna sebenarnya dari kehidupan, ternyata “masing-masing memiliki rasa tersendiri”.