University of British Columbia (UBC), Kanada, sedang mengembangkan sistem yang menggunakan bakteri untuk mengubah air yang tidak bisa diminum menjadi air minum yang akan diuji minggu depan di West Vancouver, Kanada sebelum diterapkan  di masyarakat terpencil di Kanada dan di luar Kanada.

Sistem ini terdiri dari tangki membran serat yang menangkap dan menahan kontaminan: kotoran, partikel organik, bakteri dan virus, sembari membiarkan air melalui filter. Sebuah komunitas bakteri yang menguntungkan, atau biofilm, berfungsi sebagai garis pertahanan kedua, yang bekerja untuk memecah polutan.

“Penyaringan membrane ini dapat menghapus lebih dari 99,99 persen kontaminan, sehingga membuat mereka ideal untuk menjadi air minum,” kata pemimpin proyek, Pierre Bérubé, seorang profesor teknik sipil UBC yang mengembangkan sistem dengan dukungan dari organisasi penelitian yang didanai  emerintah federal Kanada- India, IC-IMPACTS .

Pengolahan air secara membrane ini memang bukanlah hal baru, namun menurut Berube, modifikasi yang dikembangkan oleh timnya menghasilkan solusi yang lebih efektif.

“Sistem kami adalah yang pertama kali menggunakan gravitasi untuk menjelajahi dan menghilangkan kontaminan yang tertangkap, yang jika menumpuk tidak akan menyumbat membran. Sistem ini hanya memerlukan pemeliharaan ringan dan pendekatan konvensional yang membutuhkan bahan kimia dan sistem mekanis yang kompleks untuk menjaga membran tetap bersih,” papar Berube.

“Biofilm juga membantu dengan dasarnya menggerogoti kontaminan yang tertangkap. Anda hanya membuka dan menutup beberapa katup setiap 24 jam untuk ‘mengangkat’ air dan membiarkan gravitasi dan biologi melakukan bagian mereka. Ini berarti penghematan yang signifikan terhadap waktu dan uang selama masa sistem.”

West Vancouver dipilih untuk uji coba karena lokasinya yang dekat dengan kampus, tetapi tujuan akhirnya adalah untuk menginstal sistem serupa untuk masyarakat dimana air minum bersih sulit didapat.

“Akses terhadap air minum bersih merupakan tantangan yang konstan bagi jutaan orang di seluruh dunia. Tujuan kami adalah untuk menyediakan model dengan biaya rendah, pengolahan  yang efektif bagi masyarakat, dan untuk membantu penduduk setempat membantu diri mereka sendiri jika mereka ingin membangun, mengoperasikan, dan bahkan memperluas pabrik pengolahan air mereka,” pungkas Berube. (Science Daily/Osc/Yant)

Share

Video Popular