JAKARTA – Aparat kepolisian menangkap Sultan Haikal dan sejumlah rekannya di Pesona Gintung Residen Blok F Nomor 29, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten, Kamis, (30/3/ 2017).

Haikal bersama rekannya sebelumnya telah berhasil membobol sebanyak 4600 situs termasuk ojek online. Upaya sukses peretasan ini bahkan semata untuk membobol data yang terkandung dalam situs itu, namun diantaranya hanya sekedar unjuk gigi.

Atas aksinya, pihak Citilink dan tiket.com merugi sekitar Rp 4,1 miliar, termasuk tiket.com mencapai Rp 1,9 miliar. Peristiwa peretasan terhadap maskapai penerbangan citilink ini diperkirakan terjadi pada 11-27 Oktober 2016.

“Haikal ini adalah mentornya,  dia membuka pintu ke berbagai macam situs baik itu untuk diketahui saja atau pengetahuan atau pun kegiatan untuk mencari keuntungan,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto kepada sejumlah awak media di Jakarta, Rabu (5/4/2017).

Selanjutnya baru diketahui bahwa Haikal hanyalah lulusan SMP. Peretasan dilakukan oleh Haikal sejak 2013 silam dengan belaja secara otodidak. Situs pihak kepolisian juga pernah menjadi sasaran uji coba.

Sebagai bentuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Haikal dan tiga tersangka ditahan oleh Subdit Siber Bareskrim Polri. Perbuatannya memenuhi unsur Pasal 46 ayat 1, 2, dan 3 juncto Pasal 30 ayat 1, 2, dan 3, dan/atau Pasal 51 ayat 1 dan 2 juncto Pasal 35 dan/atau Pasal 36 Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 363 KUHP dan/atau Pasal 3, Pasal 5, serta Pasal 10 tentang Undang-Undang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Barang bukti yang disita polisi adalah 4 handphone merk Iphone, 3 handphone merk Samsung, 3 kartu ATM, 2 kartu SIM, 2 laptop, buku tabungan bank BCA dengan saldo Rp 212 juta, dan router wi-fi. Barbuk lainnya adalah kartu mahasiswa, sepeda motor, 1 unit rumah di Kalimantan Timur, dan uang tabungan Rp 212 juta.

Sementara pengacara Haikal, Ramdan Alamsyah kepada sejumlah wartawan menjelaskan bahwa memang klainnya memiliki kemampuan untuk meretas dan pada kesehariannya dihabiskan untuk bermain komputer. Namun demikian, atas peretasan pada situs Tiket.com, Ramdan membantah keterlibatannya kliennya. Pasalnya, Haikal hanyalah korban yang dimanfaatkan oleh rekan-rekan lainnya.

Bahkan sebelumnya, Haikal sudah pernah memberikan peringatan kepada Tiket.com tentang keamanan situs. Namun peringatan itu tak digubris oleh pihak perusahaan. Hingga akhirnya hal demikian diketahui oleh ketiga rekannya itu untuk membobol situs online tersebut. Selanjutnya dia memang diberi uang dari rekan-rekannya tersebut.

Sekian banyak uang yang pernah diperoleh, diantarnya pernah dibelikan untuk motor merek Ducati namun selanjutnya dijual untuk bersenang-senang. Bahkan uang tersebut pernah diberikan ke pengemis, pedagang-pedagang asongan termasuk ke pedagang telor asin untuk dijadikan sebagai modal. (asr)

Share

Video Popular