Erabaru.net. Seorang wanita India, Dr.Sarojini Agarwal 30 tahun lalu merasakan kepedihan yang mendalam ketika kehilangan anak perempuannya, Manisha dalam satu kecelakaan jalan raya.

Ketika itu, anak perempuannya yang berusia delapan tahun dan anak keduanya berboncengan  naik sepeda motor.

Meskipun sedih dan sangat kecewa dengan kejadian itu, Dr.Sarojini bangkit melawan perasaan dan ingin memulai kehidupan yang positif.

Disebalik  rasa kesedihan atas kematian anaknya, wanita tabah ini bertekad menjadi ibu terhadap anak-anak yatim piatu dan jalanan untuk menyebarkan kasih sayang.

(Fotor: Manisha Mandir)

Dr. Sarojini telah membangun sebuah rumah penampungan untuk anak-anak perempuan agar kehidupan mereka lebih terjamin dan merasakan kasih sayang.

(Fotor: Manisha Mandir)

Hingga saat ini, ia telah menjadi ibu dari 800 anak perempuan.

(Fotor: Manisha Mandir)

Dia telah menempatkan sebuah ayunan di luar rumah tetapi itu bukanlah ornamen dan merupakan satu simbol pencintaan dan kekeluargaan.

(Fotor: Manisha Mandir)

Setelah kematian anak kesayangannya, misinya kini adalah memberikan kasih sayang dan pedidikan yang terbaik kepada anak-anak yang tidak beruntung.

Rumah tinggal ini dibangun di Manisha Mandir, dan ia disebut Maa oleh anak-anak angkatnya.

(Fotor: Manisha Mandir)

Berbagi pengalamannya, anak angkat yang pertama adalah seorang bayi yang tuli dan bisu. Lebih malang, ibunya telah meninggal ketika melahirkannya.

Kemudian, ia mengambil tiga anak angkat yang kehilangan ibu mereka akibat kecelakaan jalan raya.

Seterusya, semangat Sarojini yang bergelar  PhD dalam literatur India semakin berkobar-kobar ketika mulai mengambil anak-anak yang ditinggalkan para orang tuanya.

Pada awalnya, ia hanya memiliki sebuah rumah dengan tiga kamar.

Setelah lama-kelamaan, ia kini memiliki tiga gedung  yang besar dan dapat menempatkan anak-anak kurang beruntung ini.

Gedung ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas.

Diantaranya, perpustakaan, laboratorium komputer, bengkel kerajinan dan ruang televisi.

Mereka dilatih dengan berbagai keterampilan kejuruan seperti menjahit dan dapat tinggal bersama sampai berusia 18 tahun.

Setelah usia tersebut, mereka perlulah mencari pekerjaan sendiri.

Mereka juga  diberi pendidikan secukupnya sehingga memiliki masa depan yang cerah dan berdikari.

Dr. Sarojini akan memberikan pendidikan yang terbaik kepada mereka dengan mencari sekolah yang terbaik.

Selain itu, ia juga mencari bantuan beasiswa kepada anak-anak perempuan yang miskin untuk meneruskan pendidikan ke tingkat universitas.

Kini, kebanyakan dari anak-anak itu adalah seorang karyawan bank, guru, dan kepala sekolah.

Dr. Sarojini telah mendapat berbagai penghargaan atas jasa dan pengorbanannya.

Meskipun usia semakin meningkat, tetapi dia tidak berhenti menabur bakti untuk anak-anak perempuan ini.

Salut untuk Dr. Sarojini! (Yant)

Sumber: erabaru.my

Share

Video Popular