Kisah Si Abang yang Membeli Boneka untuk Adiknya Menggunakan Kerang Laut, Begini Reaksi Penjualnya

320

Seorang anak dan adik perempuannya sedang berjalan-jalan di sebuah supermarket ketika tiba-tiba adiknya berhenti.

Si abang yang sadar adiknya tidak berjalan di belakangnya menoleh dan melihat adiknya itu berdiri di depan toko permainan. Adiknya itu berdiri melihat sesuatu di dalam toko dengan penuh minat.

Si abang berjalan menuju ke arah si adik dan bertanya, “Adik ingin sesuatu?”

Adik perempuannya menunjukkan kakaknya boneka yang cantik. Si abang tadi tersenyum dan mengangkat boneka itu sebelum mengulurkan kepada adiknya.

Tanpa  mereka sadari, penjual toko sedang menyaksikan adik beradik itu. Dia sangat tertarik melihat tingkah anak itu.

Si abang dan si adik membawa boneka itu ke konter pembayaran, lantas bertanya, “Berapa harga boneka ini?”

Penjual toko itu tersenyum. Dia merupakan seorang yang penyayang dan sangat pemurah. “Bisa Anda membayar harganya?”

Si abang yang cilik itu tadi mengambil beberapa kerang yang dia ambil di tepi pantai dari kantung celananya. Dia memberikan kepada penjual itu semua cangkerangnya.

Penjual itu tidak berkata apa dan mengambil apa yang disodorkan. Dia mulai menghitung jumlahnya seolah-olah itu uang.

“Cukup tidak?” Si abang bertanya, sedikit khawatir.

sumber: ilkasblog

Penjual itu tersenyum dan berkata, “Oh tidak. Apa yang kamu berikan ini lebih dari harga boneka itu. Jadi saya kembalikan sisanya. “Penjual itu hanya mengambil 4 buah saja.

Si abang mengambil sisa cangkang dan memasukkannya semua ke dalam sakunya. Kini mereka sudah membayar untuk boneka itu, mereka pun keluar dari toko.

Seorang pelanggan di dalam toko itu yang turut menyaksikan kejadian itu tadi sangat terkejut dengan apa yang terjadi.

Dia tidak menyangka si penjual itu akan mengizinkan anak itu membeli boneka dengan menggunakan kerang sebagai mata uang.

sumber: alaynaduran.wordpress.com

Penjual itu, dengan tenang menjelaskan kepada pelanggan yang bertanya itu.

“Mungkin apa yang kita lihat hanya kerang. Tapi bagi anak itu tadi, kerang ini sangat berharga. Pada usia ini, dia tidak mengerti nilai uang tapi ketika dia sudah dewasa, pasti dia akan mengerti.

Ketika dia teringat dia pernah membeli boneka dengan kerang suatu hari nanti, pasti dia akan teringatkan saya dan menyadari bahwa dunia ini banyak orang yang baik hati. Mungkin dengan ini, dia akan termotivasi untuk berbuat baik juga kepada semua orang. ”

Beginilah kisah si abang dan si adik yang berhasil membeli boneka dengan kerang. Ini tidak akan terjadi jika tidak ada seorang penjual yang baik hati. (Elitereaders/Erabaru.com.my/asr)