Di New York City, murid keturunan Asia mempunyai reputasi yang cukup baik. Mereka selalu berhasil mengecap pendidikan di sekolah menengah umum yang terbaik dan biasanya lebih unggul dari teman-temannya.

Walaupun banyak murid keturunan Asia berasal dari keluarga imigram miskin yang berjuang untuk hidup, namun tampaknya mereka sangat mengutamakan pendidikan sebagai tanda keberhasilan. Orang tua yang bukan keturunan Asia tidak tahu harus berbuat apa.

Keluarga yang bukan keturunan Asia tidak dapat menerapkan paksaan kepada anaknya untuk mencapai sukses seperti yang dilakukan oleh orang tua keturunan Asia. Malahan, mereka menekan pemerintah kota dan sistem pendidikan membuat mutu pendidikan sedemikian rupa sehingga orang tua keturunan Asia kurang memaksakan kesuksesan.

New York Post  memberitakan bahwa remaja Amerika Serikat menduduki peringkat ke-28 dalam kompetisi Matematika dan Science, sedangkan remaja Singapura, Hong Kong, Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan menduduki peringkat atas dunia.

Penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan adalah hasil dari pola asuh. Pola asuh orangtua Asia di masa lalu terlalu memaksa anak-anaknya sehingga masa kecil kurang bahagia. Orangtua Amerika Serikat terlalu membiarkan anak-anaknya, sehingga menciptakan manusia mandiri yang memandang makna hidup melebihi kesuksesan berkompetisi di dalam bidang akademik.

Pola asuh orang tua Asia yang menekan dan terlalu banyak terlibat di dalam kehidupan anaknya akan menyebabkan kecemasan sosial di saat si anak harus hidup mandiri dan berkarier saat dewasa. Di Asia, kompetisi akademik terjadi terus-menerus.

Karena populasi semakin meningkat untuk berkompetisi dalam bidang yang semakin terbatas, keluarga sering melihat tidak ada pilihan lain selain memaksakan anak-anaknya mencapai batas pendidikan demi bertahan hidup nantinya.

Di Tiongkok, keluarga sering memanfaatkan waktu bertahun-tahun untuk mempersiapkan anaknya menghadapi ujian masuk akademi nasional yang sangat sulit. Bila anaknya lulus ujian masuk tersebut, dianggap si anak membawa keberuntungan untuk keluarganya; karena kelulusan tersebut adalah satu-satunya kesempatan untuk keluarga pedesaan di Tiongkok untuk mengubah situasi ekonomi di sekitarnya.

Remaja Tiongkok tidak dapat melarikan diri dari situasi ini. Tidak ada waktu untuk berleha-leha. Banyak remaja bunuh diri saat ujian semakin dekat.

Dua tahun yang lalu, seorang murid memuat sebuah foto yang mengejutkan secara online: satu ruang kelas sekolah menengah umum penuh dengan murid yang bersandar pada buku-buku dan selang infus mengalirkan cairan supaya mereka kuat bertahan untuk tetap belajar.

Keluarga Amerika Serikat tidak harus mencontoh keluarga Asia, namun keluarga Amerika Serikat dapat memilah-milah mana yang baik untuk dicontoh dalam membesarkan anaknya.

Keluarga Asia juga perlu belajar dari keluarga Amerika Serikat bahwa sukses adalah bukan hanya terpaku pada kesuksesan akademik dan keuangan saja.(Visiontimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular