Anak Laki-laki Berusia 4 Tahun Ini Terlihat Seperti Berusia 80 Tahun, karena Kelainan Genetik yang Langka

631
genetik
(Foto: Cover Asia Press/Qamruzzaman)

Ketika anak-anak seusianya sedang bermain dan bersenang-senang, anak “tua” ini sedang berjuang dengan nyeri sendi dan gangguan fisik lain yang dideritanya. Sepenuhnya sadar akan gangguan yang dideritanya, dia mencoba untuk tetap diam—namun, sebagai seorang anak kecil, seringkali dia juga menangis.

Bayezid Hossain, tinggal di pinggiran Magura, Bangladesh Selatan. Dia menderita Progeria, kelainan genetik yang sangat langka di mana gejalanya sangat mirip dengan penuaan nyata, pada usia yang sangat dini.

Wajah anak kecil itu bengkak, matanya cekung dan dia memiliki penyakit yang membuat kulitnya kendur. Seperti orang yang sudah tua, sendinya sakit dan susah buang air kecil. Tulangnya rapuh dan giginya rusak, namun, Bayezid masih memiliki pikiran yang aktif.

Benar-benar tidak perduli, orang-orang dalam masyarakat sekitar tidak mau dekat-dekat dia dan anak-anak juga takut untuk bermain dengannya – meskipun kecerdasannya di atas rata-rata, dan sifatnya baik.

(Foto: Cover Asia Press/Qamruzzaman)

Ibunya Tripti Khatun yang baru berusia 18 tahun, mengatakan bahwa anaknya sangat cerdas dan dia kagum pada semua pertanyaan yang diajukan putranya, tapi hatinya sakit mengetahui bahwa anaknya sangat sakit dan penampilannya membuat orang-orang menjauh.

“Bayezid baru belajar jalan di usia tiga tahun, tapi giginya sudah tumbuh lengkap di usia tiga bulan,” katanya kepada Daily Mail.

(Foto: Cover Asia Press/Qamruzzaman)

“Pertumbuhan fisiknya benar-benar abnormal, tapi secara mental, dia bisa berbicara dengan sangat baik, sangat sadar dan sangat intuitif untuk anak seusianya,” katanya.

“Dia tidak terlihat seperti anak-anak lain. Dia tampak seperti orang tua. Sebagai seorang ibu yang pertama kali punya anak, saya tidak bisa menanggung rasa sakit melihat anak saya seperti ini.”

Menurut data rata-rata, pasien Progeria biasanya meninggal akibat serangan jantung atau stroke di sekitar usia 13. Bayezid juga memiliki bentuk gangguan jaringan ikat langka, yang menyebabkan kulitnya menggantung longgar dari tubuh.

(Foto: Cover Asia Press/Qamruzzaman)

Bayezid lahir pada tahun 2012, orang tuanya sangat terkejut saat pertama kali melihatnya.

“Saya sangat ketakutan melihat dia ketika lahir. Hanya ada daging dan tulang. Dia tampak seperti alien dan itu membuat hati saya pilu. Dokter tidak tahu apa yang harus dilakukan, mereka mengatakan mereka tidak pernah melihat bayi seperti ini. Mereka memberitahu kami bahwa tidak ada yang bisa mereka lakukan,”kata Tripti.

(Foto: Cover Asia Press/Qamruzzaman)

Ayahnya Lovelu Hossain berusia 22 tahun, bekerja sebagai buruh, mengatakan, “Saya bangga padanya. Dia sangat cerdas dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya. hubungannya dengan para sepupunya sangat ramah dan juga lucu.”

“Dia mengerti kondisi dirinya tapi dia tidak suka bicara tentang hal itu. Dia hanya menangis ketika merasa canggung,”katanya.

Untuk negara-negara dunia ketiga, di mana kemiskinan sudah menjadi masalah besar, kasus langka seperti ini menambah beban keuangan pada keluarga miskin. Ayahnya telah menghabiskan sebagian besar tabungannya untuk gangguan penyakit yang hampir tidak ada obatnya ini.

“Seperti juga setiap orang tua lainnya, kami ingin bayi kami hidup lama dan sehat, namun kami merasa hanya keajaiban yang akan menyelamatkan kami sekarang,” kata ayahnya.(NTD.tv/Julius/Yant)