Sensus air nasional pertama yang dilakukan oleh Kementrian Sumber Daya Air Tiongkok menunjukkan bahwa sungai-sungai yang lenyap di Tiongkok berada pada  tingkat yang mengkhawatirkan yaitu  1.000 setiap tahun. Setengah dari sungai-sungai tersebut beserta daerah tangkapan air lebih dari 100 kilometer persegi telah lenyap.

Pecinta lingkungan hidup menuduh eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, serta peraturan pembangunan yang tidak terkendali. Masalah ini telah menarik perhatian dunia internasional terhadap kerusakan lingkungan hidup di Tiongkok.

Petugas pelindung lingkungan hidup Beijing mengakui bahwa masalah utama menurunnya jumlah sungai adalah eksploitasi sungai secara berlebihan, yang meliputi penggunaan air tanah, kerusakan lingkungan hidup, dan pembabatan hutan.

Fan Xiao, pakar air dan chief engineer dari Biro Sichuan Geologi dan Sumber Daya Mineral, percaya isu-isu sungai  di Tiongkok  adalah refleksi dari masalah pada skala yang lebih besar. Jika terus, kerusakan akan menjadi ireversibel.

Pembangunan di Tiongkok adalah tidak terkendali, dan harus dibayar mahal demi menguras sumber daya alam secara ekstensif. (Gambar: pixabay / cc0 1.0 )

PBB  menempatkan Tiongok sebagai salah satu negara dari 13 negara yang paling buruk mengalami masalah air. Air telah menjadi masalah konservasi yang serius. Data pemerintahan menunjukkan bahwa 40% sungai di Tiongkok sangat tercemar, dan mutu air dari 20% sungai adalah tidak layak dikonsumsi manusia.

PBB menempatkan Tiongkok sebagai salah satu negara dari 13 negara yang paling buruk mengalami masalah air. (Foto: International Rivers via flickr CC BY-NC-SA 2.0)

Fan Xiao percaya kebijakan rezim komunis mengejar keberhasilan cepat tanpa memperhatikan lingkungan adalah penyebab utama kerusakan lingkungan. Fan Xiao mencatat bahwa perkembangan saat ini di Tiongkok tidak berkelanjutan, dan sedang dicapai pada biaya konsumsi berlebihan sumber daya alam.

Polusi dari beberapa sungai juga menyebabkan keprihatinan yang signifikan. Pada tahun 2013, lebih dari 16.000 babi mati di Sungai Huangpu. Ribuan bebek mati di Sungai Sichuan. Pada tahun 2013, penduduk Shanghai protes terhadap insiden penanganan “babi mati” secara tidak efektif oleh pemerintah setempat.(Visiontimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular