“Zaman Es Mini” Akan Tiba dalam Beberapa Tahun ke Mendatang

467
Para ilmuwan mengkonfirmasi “periode zaman es mini” akan segera tiba dalam beberapa tahun mendatang! (Internet)

Periode zaman es mini akan segera tiba, tapi kali ini bukan disebabkan oleh pemanasan global, tetapi sebuah fenomena alam yang disebabkan oleh aktivitas matahari.

Beberapa bulan yang lalu, NASA mengumumkan sebuah penelitian, dari hasil deteksi satelit. NASA lapisan es di antartika secara bertahap bertambah tebal, bukan berkurang sebagimana yang dirumorkan sebelumnya.

Meskipun penyebab pastinya belum diketahui, tapi kali ini para ilmuwan telah mengesampingkan faktornya akibat ulah manusia. Mereka menduga siklus matahari sebagai kemungkinan utamanya, karena menurut temuan ilmiah yang diketahui, dimana kita semua tahu bahwa siklus matahari mempengaruhi suhu bumi.

Dalam pertemuan Astronomi Nasional di Wales, Inggris dua tahun lalu, profesor matematika Valentina Zharkova dari Northumbria University, Inggris telah mempresentasikan model baru yang bisa memprediksi siklus matahari dengan berbasis efek dinamo pada dua lapisan matahari.

Dalam 15 tahun lagi, “zaman es mini” akan terjadi di bumi karena perubahan siklus matahari. Peneliti telah makin berkembang dalam memprediksi siklus matahari secara lebih akurat yakni 97% dibanding sebelumnya.

Hal ini akan membuat bumi kembali mengalami masa zaman es mini maunder minimum seperti 370 tahun silam. (Internet)

Dalam uji coba model tersebut, Zharkova menemukan komponen gelombang magnetik muncul bersamaan, yang berasal dari dua lapisan berbeda dari bagian dalam matahari.

Tingkat akurasi hingga 97% ini memprediksi perubahan matahari di masa mendatang berdasarkan aktivitas matahari di masa lalu. (Internet)

Peneliti mengatakan tahun 2030 mendatang, aktivitas matahari akan turun hingga 60 persen, sehingga bumi akan mengalami periode zaman es mini yang pernah dialami seperti pada 1645 silam.

Model ini juga memprediksi bahwa akan ada sedikit bintik matahari dalam dua siklus, atau disebut siklus ke-25, yang akan mencapai puncaknya pada pada 2022. Pada Siklus ke-26 yang akan terjadi antara 2030 sampai 2040.

Dua gelombang itu saling mencerminkan satu sama lain. Interaksi mereka akan merusak atau mereka akan nyaris gagal satu sama lain, akibatnya gelombang magnetik dari kedua sisi akan sepenuhnya berbeda, dan menyebabkan aktivitas matahari berkurang secara drastis.

Menurut Valentina,  “ini akan menyebabkan bumi kembali mengalami masa es mini atau Manunder Minimum seperti 370 tahun silam. (Jhony/rp)