100 Orang Jenius di Dunia, Pendiri Falun Gong Peringkat Pertama dari Keturunan Tionghoa (3)

537
20 Juli 2007, dari seluruh dunia, 2000 praktisi Falun Gong, di Monumen Washington, memperingati dimulainya penganiayaan PKT praktisi Falun Dafa. Mereka menyerukan diakhirinya penganiayaan. (Foto: Ji Yuan / The Epoch Times)

Penindasan yang brutal dan aksi protes damai mendapat yang mendapat perhatian luas

Minghui.net menyebutkan, bahwa berawal dari rasa iri pribadi dan paranoia, mantan pemimpin PKT Jiang Zemin memanipulasi seluruh aparatur negara PKT. Puncaknya pada 20 Juli 1999, Jiang Zemin dan PKT memulai kampanye penganiayaan masal terhadap Falun Gong.

Sejak itu, banyak praktisi Falun Gong disiksa hingga meninggal dunia, dipenjara dan dianiaya. Selama kurun waktu delapan tahun, ratusan ribu praktisi Falun Gong dikirim ke penjara, kamp kerja paksa dan rumah sakit jiwa. Banyak praktisi yang terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi.

12 Oktober 1996 Walikota Houston mendeklarasikan 12 Oktober 1996 sebagai “Hari Master Li Hongzhi di Houston.” (Minghui)

Hasil verifikasi Minghui.net pada 30 Oktober 2007 silam, menyebutkan bahwa jumlah orang yang dianiaya hingga tewas sebanyak 3101 orang. Namun para ahli memperkirakan bahwa jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi dari ini.

Selain itu, dua laporan investigasi independen Kanada pada 2006 mengkonfirmasi bahwa kamp kerja paksa, penjara di Tiongkok bekomplot dengan pihak rumah sakit, terutama rumah sakit militer Tiongkok.

Instansi pemerintah terkait, melakukan pengambilan dan penjualan organ praktisi Falun Gong, kemudian penganiayaan kejam hingga tewas. Kejahatan itu terus berlanjut. Kabar ini seketika mengejutkan komunitas internasional setelah dipublikasikan ke publik.

Selama beberapa tahun penindasan Falun Gong, Mr. Li Hongzhi juga difitnah, dan diserang secara pribadi dari media corong PKT.

Menghadapi penganiayaan brutal ini, Mr. Li Hongzhi terus mengingatkan, dan mendorong praktisi Falun Dafa agar menjadikan “Sejati, Baik, Sabar” sebagai prinsip hukum, menggunakan cara-cara damai non kekerasan dan legal, menjelaskan fakta sebenarnya kepada pemerintah dan masyarakat tentang penganiayaan Falun Gong.

Seruan agar diakhirinya penganiayaan mendapatkan perhatian internasional, dianggap sebagai model perjuangan tanpa kekerasan umat manusia.

Pada 14 Maret 2001, Freedom House atau Kelompok Kebebasan HAM tertua Amerika Serikat memuji dan menghargai Mr. Li Hongzhi atas protes damai terkait penindasan dan perjuangan untuk kebebasan beragama di Tiongkok.

Sejak tahun 2000, Mr. Li Hongzhi memenangkan Penghargaan International Religious Freedom Award yang dikeluarkan oleh Organisasi Hak Asasi Manusia Freedom House Amerika Serikat. (Epochtimes/joni/rmat)

SELESAI