Hati-hati yang Kerap Kentut, Anda Mungkin Telah Dijangkiti Penyakit ini

1323

Kentut adalah suatu kondisi yang umum ditemui, sekaligus mencerminkan tubuh yang sehat.

Kentut adalah gejala fisiologis yang normal pada manusia, seseorang atau hewan pasti akan mengalaminya, terkadang kentut di tempat umum membuat kita kikuk dan malu.

Kentut yang normal merupakan manifestasi yang mutlak dalam proses kerja saluran cerna/usus, tapi jika seseorang tidak membuang gas/kentut dalam waktu yang lama atau kentut yang berlebihan, terlalu bau, maka ini merupakan gejala yang tidak normal, adalah perubahan patologis pada tubuh.

Karena kentut yang ditahan kembali ke usus besar perlahan-lahan akan diserap oleh dinding usus, lalu meresap ke dalam darah, dan ini berbahaya bagi tubuh manusia.

Oleh karena itu, dihimbau kepada anda sekalian jangan menahan kentut anda, sebaiknya “dilepaskan saja!”

Lebih baik buang saja gas/kentut anda itu tanpa beban.

Kentut adalah fenomena fisiologis yang tak terelakkan, frekuensi kentut yang terlalu sering, ada kalanya juga merupakan sinyal peringatan yang dikirim oleh tubuh.

Beberapa waktu lalu, “prevention.com”, sebuah situs di Amerika Serikat menunjukkan 6 faktor tentang pelepasan gas/kentut bau secara tiba-tiba.

1.  Ketidakseimbangan bakteri

Bakteri akan melakukan proses fermentasi pada makanan yang dikonsumsi manusia.

Proses ini terjadi dalam usus besar, tetapi beberapa bakteri kolon akan meresap ke dalam usus kecil karena pertumbuhan yang berlebihan.

Dengan demikian, sebelum makanan dicerna, telah terjadi kontak dengan bakteri, dan menghasilkan gas.

Ada orang yang setelah menderita gastroenteritis, intestinal flora akan mengalami perubahan, terjadi Alteration of Intestinal Microflora atau ketidakseimbangan bakteri dalam usus, dimana ini semua juga dapat menyebabkan peningkatan gas/kentut.

2. Makan terlalu terburu-buru.

Jika laju makan Anda terlalu cepat atau ngobrol sambil makan, maka tidak tertutup kemungkinan menelan banyak udara dan menghasilkan lebih banyak gas.

Gas-gas ini berputar bersama seiring dengan gerakan peristaltic usus dan dikeluarkan melalui anus.

Ketika dikeluarkan, dimana karena efek dari sfingter anal, sehingga ada kalanya menghasilkan suara.

Jadi, kentut merupakan suatu manifestasi yang normal dari aktivitas usus.

Sebaliknya, jika Anda tidak kentut atau frekuensi kentut berlebihan dan terlalu bau, maka ini merupakan gejala yang tidak normal.

3. Berhubungan dengan konsumsi makanan tinggi pati.

Seperti misalnya makanan manis,ubi jalar, kentang dan sebagainya yang dijajakan di pasar.Mereka yang terlalu banyak makan mie juga akan memicu kentut yang berlebihan, makanan-makanan ini akan menghasilkan gas yang berlebihan dalam usus,Akibatnya frekuensi kentut meningkat dan volume tinja juga bertambah.

4, Sensitif terhadap gluten

Jika tubuh mengalami kesulitan dalam mengurai makanan tertentu, dapat meningkatkan pembuangan gas.

Sebagai contoh, penderita malabsorpsi (penyerapan nutrisi yang buruk) atau memiliki penyakit autoimun lainnya akan lebih sensitif terhadap gluten.

5. Perubahan sekresi hormon,

Wanita menopause atau penderita ketidakseimbangan hormon, gerakan lambung dan ususunya tidak seaktif lagi semasa muda,juga akan mengalami fenomena peningkatan pembuangan gas.

Umumnya, dengan olahraga yang teratur dan konsumsi probiotik dapat membantu meringankan gejela kentut yang berlebihan.

6. sembelit

Ketika tinja tidak bisa bergerak di dalam usus, kita akan merasa lebih banyak membuang gas/kentut. Hal ini disebabkan tinja terutama terdiri dari bakteri, semakin besar jumlah bakteri yang menumpuk dalam sistem tubuh manusia, maka gas yang keluar setelah proses fermentasi juga akan semakin besar.

Selain itu, meskipun ada yang pembuangan gasnya jauh lebih sedikit daripada orang lain, tapi jauh lebih sensitif, lebih mudah kembung dan sebagainya.

Bagaimana untuk menghindari sering kentut?

Bagi mereka yang sering kentut, disarankan konsumsilah makanan bening, kembangkan kebiasaan baik dalam 3 kali makan sehari, jangan konsumsi makanan keras atau dingin dan yang sulit dicerna, agar tidak memperburuk perut kembung, hindari aktivitas atau kebiasaan apapun yang memungkinkan Anda menelan udara dalam jumlah besar.

2. Kurangi makanan tinggi pati, tingkatkan protein, buah-buahan dan sayuran, hindari makanan pedas, kurangi makanan yang menghasilkan gas.

3. Hindari atau kurangi makanan yang menghasilkan gas/kentut, seperti kubis, seledri, daun bawang, kedelai, kacang polong.

4. Minum segelas yogurt setiap hari, dapat membantu mengubah bakteri pencernaan.

5. Sering-sering tidur dalam posisi miring.

Jika setelah menyesuaikan kebiasaan makan, tapi masih belum bisa mengatasi masalah kentut berlebihan, maka Anda harus mempertimbangkan mungkin ada masalah pada perut anda, seperti misalnya radang usus, gangguan pencernaan dan sebagainya, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter terkait.

Hasil penelusuran seorang ilmuwan memperkirakan bahwa seorang pria melepaskan kentut rata-rata 14 kali dalam sehari.

Setiap hari, gas buang yang dilepaskan seyiap orang sekitar 500 ml.

Meskipun kentut itu bau, tapi kentut adalah kebutuhan fisiologis normal yang bermanfaat bagi kesehatan seseorang.

Seseorang jika tidak kentut sekalipun sepanjang hari, maka ini tidak baik bagi kesehatan.

Seseorang yang sepanjang tahunnya tidak pernah kentut,besar kemungkinan ada masalah pada saluran cernanya.

Minumlah segelas yoghurt setiap hari dapat membantu mengubah bakteri pada saluran cerna.(Jhony/rp)