JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disiram orang tak dikenal dengan menggunakan air keras pada Selasa (11/4/2017) pukul 05.10 WIB. Kejadian demikian sudah terkonfirmsi ketika sejumlah wartawan menghubungi Juru Bicara KPK, Febridiansyah.

Sementara Wadah Pegawai KPK sebagaimana diunggah dalam akun twitter resmi KPK mengutuk keras kejadian yang menimpa terhadap Novel Baswedan. Tindakan tersebut dinilai bagian dari teror sebagai upaya pelemahan dan serangan balik terhadap pemberantasan korupsi.

Wadah Pegawai KPK merinci bahwa kejadian saat Ketua Wadah Pegawai KPK itu usai menunaikan shalat Subuh berjamaah di Mesjid. Sebagaimana diketahui Mesjid ini bernama Masjid Al Ikhsan yang terletak di kawasan Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Peristiwa yang dialami oleh Novel Baswedan, merupakan bagian teror yang bukan pertama kali dialaminya. Sebelumnya Novel juga pernah mengalami teror mulai dari intimidasi, tabrak lari sampai dengan peristiwa penyiraman air keras.

Meski demikian, Wadah Pegawai KPK menegaskan pihaknya tak akan mundur selangkah pun termasuk apapun resikonya, ini dikarenakan Wadah Pegawai KPK menyakini bahwa perjuangan pemberantasan korupsi tak boleh berhenti dengan segala ancaman, intimidasi maupun serangan apapun.

“Kami mohon doa dari kawan-kawan sekalian untuk mendoakan kawan kita Novel, agar segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali bersama kita,” harap Wadah Pegawai KPK. (asr)

Share

Video Popular