Ketika masih muda, tampaknya ada kemungkinan yang tidak terbatas. Masa depan terbuka lebar – terutama dalam hal membentuk hubungan dekat dengan seseorang untuk menjalani hidup bersama selama sisa hidup Anda. Tetapi bagi mereka yang hidupnya hancur karena penyakit, cinta bisa menjadi suatu tantangan.

Sophie Walker dari Norfolk, Inggris Raya, telah menderita tumor neurofibroma sepanjang masa mudanya. Kondisi ini tidak dapat disembuhkan, dan dia masih ingat rasa takut yang dia rasakan, ketika mengetahui akan menghabiskan hidupnya sendirian.

Sophie, seorang mahasiswi pertanian, disebut sebagai “gadis tumor” oleh para pengejeknya

“Setelah bertahun-tahun komentar kejam dan pengalaman kencan yang buruk, saya pikir saya tidak akan pernah bertemu dengan seorang pria yang baik,” kata Sophie kepada Daily Mail. Tapi Sophie, 22, telah menantang kemustahilan dan akhirnya menemukan cinta dalam hidupnya.

“Para pria biasanya akan menyembunyikan hubungannya dengan saya dan akan malu jika terlihat bersama dengan saya. Tapi sekarang akhirnya saya menemukan seseorang yang membuat saya merasa cantik, dan mencintai saya apa adanya,” katanya.

Sophie dan pacarnya Christian Dibden telah berkencan selama lima bulan. Mereka kenal satu sama lain dari sejak masa kuliah, tetapi kemudian kehilangan kontak, namun September lalu pasangan ini pergi bersama untuk kencan makan malam, dan saat itulah mereka saling jatuh cinta.
“Kami seharusnya hanya berbincang sebagai teman, tapi ada banyak saling menggoda, dan saya sadar, saya merasakan ada sesuatu yang lebih dari sekedar perasaan terhadap teman,” katanya kepada Daily Mail. “Kemudian pada saat kami bertemu, kami berbagi ciuman pertama kami. Pada saat itu, saya benar-benar menyukai dia, namun sangat hati-hati mengungkapkan perasaan saya, karena saya telah terluka sangat parah di masa lalu.”

Tidak butuh banyak waktu bagi mereka untuk secara resmi mulai berkencan, dan sekarang mereka menghabiskan setiap akhir pekan bersama dengan satu sama lain. Sophie mengatakan bahwa orang tuanya juga suka Christian. “Dia bangga bersama saya dan saya senang telah menemukan cinta dengan seseorang yang istimewa,” tambahnya.

Akhirnya dia menemukan cinta
Kondisi genetik Sophie diturunkan dari ibunya; neurofibromatosis mempengaruhi satu dari 3.000 orang. Ibunya memiliki benjolan lembut di tubuhnya dan kakaknya memiliki bentuk yang lebih ringan, namun kondisi yang dialami Sophie lebih langka.

“Tumor di wajah saya adalah tumor jinak, yang sudah tumbuh sejak saya lahir. Orang-orang selalu bertanya mengapa saya tidak mengangkatnya saja, tetapi saya tidak bisa, karena tumor itu melekat di ujung saraf, mengangkat tumor ini benar-benar akan membuat wajah saya lumpuh,” jelasnya.
Pergi makan malam
Sophie harus melalui banyak rasa sakit dalam hubungan dengan orang lain sebelum menemukan Chris. Para pria akan mengajaknya keluar dan membiarkan dia mengambil swafoto bersama hanya untuk diunggah di Facebook, untuk kemudian mengolok-olok dirinya. “Suatu kali beberapa pemuda membuat taruhan £50 diantara mereka, dan bertaruh siapa yang bisa mencium saya,” katanya.

Dia telah menjalani banyak operasi korektif dan harus menjalani lebih banyak lagi di masa depan, tapi dia tidak membiarkan hal itu membuatnya sedih. “Saya senang bersama Chris dan saya melihat ke depan untuk menyelesaikan kuliah saya dan kembali ke Norfolk.”

“Dengan dukungan dari orang yang saya cintai, akhirnya saya menemukan kepercayaan diri, untuk menjadi diri saya sendiri. Dan itulah yang benar-benar membuat saya cantik,”katanya.

Dia menjalani operasi besar pada Bulan November 2009, ketika berusia 14 tahun
Sophie dan Christian
Sophie dan ibunya
Sophie mendapat keberanian untuk yakin pada dirinya sendiri. Suatu inspirasi yang sejati!(Visiontimes/Julius/Yant)

Share
Kategori: MISTERI SERBA SERBI

Video Popular