Trombosis serebri adalah jenis stroke. Ini sering terjadi, di mana bekuan darah – disebut sebagai trombus – terbentuk di dalam pembuluh darah dan sebagian besar menghambat darah mencapai bagian otak. Paling sering terjadi di malam hari, atau saat bangun tidur di pagi hari, di mana tekanan darah adalah terendah.

Waspadalah bila Anda mengalami tanda-tanda berikut ini:

Nyeri kepala adalah indikasi trombosis serebri yang paling sering. (Image:Pixabay/CC0 Public Domain)
  • Nyeri kepala
  • Pusing
  • Satu sisi tubuh menjadi lemah atau lumpuh
  • Beberapa bagian tubuh tiba-tiba mengalami kesemutan yang parah
  • Hilangnya penglihatan atau timbulnya gangguan penglihatan secara tiba-tiba
  • Sulit berjalan
  • Lengan dan tangan sulit untuk diatur gerakannya
  • Tidak mampu berbicara, atau tidak dapat berbicara dengan jelas

Siapa orang yang paling berisiko trombosis serebri?

Orang dengan gaya hidup yang jarang bergerak sangat berisiko menderita trombosis serebri. (Image:Pixabay/CC0 Public Domain)
  • Bila menderita tekanan darah tinggi
  • Masalah kolesterol
  • Diabetes
  • Tidak banyak bergerak atau tidak latihan fisik
  • Diet yang tidak sehat
  • Perokok

Makan secara bijak dapat mengurangi kemungkinan menderita serangan trombosis serebri, yang mencakup makan banyak buah dan sayuran, serta minyak tak jenuh rantai tunggal seperti minyak zaitun. Hindari semua lemak trans (minyak yang mengalami hidrogenasi total atau sebagian), dan batasi lemak jenuh. Ikan mencegah trombosis serebral; makanlah beberapa porsi ikan setiap minggu.


Buah dan sayuran adalah sumber serat yang berlimpah. (Image: Pixabay/CC0 Public Domain)

Makan ringan dan dalam porsi kecil

Makanan yang dikukus, ditumis, atau direbus dengan api besar atau api kecil adalah lebih menyehatkan dibandingkan dengan menggoreng, atau memasak menggunakan minyak dengan suhu yang tinggi.(Visiontimes/Vivi/Yant)

Makan porsi sedikit untuk mengurangi kemungkinan terjadinya trombosis serebral. (Image: Pixabay/CC0 Public Domain)

Share

Video Popular