Gua Raksasa di Bawah Tanah, Penjelajah Menyelami Dunia yang Hilang di Chongqing, Tiongkok

832
Gua prasejarah di Chongqing, di dalamnya terdapat sistem iklim yang unik. (Internet)

Oleh: Ye Yu Huan

Sebuah tim yang terdiri dari penjelajah dan fotografer menemukan sebuah “Dunia yang hilang” di Chongqing City, Tiongkok.

Di dalam gua ini diselimuti lapisan awan tebal, dan sesekali dipenuhi dengan kabut, para penjelajah belum pernah melihat awan  di dalam gua sebelumnya.

Awan tebal dan kabut menggantung di bagian atas gua. Gua ini berada di bawah tebing melingkar, sementara di sekelilingnya dipenuhi dengan vegetasi dan aliran air.

Untuk mencapai gua itu penjelajah harus menggunakan tali yang panjang, dikelilingi tebing dengan kemiringan 90 derajat.

Salah satu tim ekspedisi dari Manchester, Robbie Shone sebelumnya pernah menelusuri beberapa gua, tapi  tidak menyelami secara mendalam. Kini tim ekspedisi ini menemukan sebuah gua berukuran besar, dan dari kejauhan sana tampak 3 penjelajah telah sampai di bawah tebing. (erabaru.net/jhony/rmat)

Sumber: Secretchina

Tampak dalam gambar Duncan Collis mencoba turun ke bawah tebing dengan bantuan tali,sementara dari sudut kamera tampak terlihat jelas tebing terjal di atas gua tersebut. (Internet)

Di sekeliling atas gua adalah tebing-tebing yang terjal, tampak Vegetasi di dalam gua pun tak kalah menakjubkan. Di lantai gua terbentuk hutan dan sesemakan hijau yang rimbun. Di antaranya mengalir sungai jernih yang sangat deras.Para penjelajah harus turun dulu baru bisa memasuki gua. (Internet)

Sebuah desa kecil di sekeliling kota Chongqing, meskipun daerah ini hening, tapi mungkin terpendam banyak panorama alam yang tidak diketahui. (Internet)

Lensa tele menunjukkan gambar seorang penjelajah yang berani memasuki gua yang dikelilingi oleh tebing berbatu dan terjal, disini para penjelajah harus memiliki nyali dan keberuntungan. (Internet)

Tampak dalam gambar, peneliti Erin Lynch sedang berjuang untuk melintasi derasnya aliran sungai, para penjelajah sangat sensitif terhadap tingkat air di dalam gua, terutama setelah hujan lebat di permukaan gua, mungkin akan timbul risiko dari ancaman air yang tinggi di dalam gua. (Internet)

Penjelajah Robbie Shone suka menjelajahi tempat-tempat yang belum pernah dijamah manusia ini, pertama kali menginjakkan kaki di gua atau jurang, mungkin akan menemukan sesuatu yang beda, masih banyak misteri yang belum kita ketahui di jagad raya ini. Shone sangat tertarik dengan sistem iklim cuaca di dalam gua yang dijelajahinya ini. (Internet)

Suasana di dalam gua yang diabadikan oleh fotografer dalam tim ekspedisi. (Internet)

Setelah mendirikan “kamp”, tim ekspedisi tampak istirahat sejenak memulihkan stamina, bagi para penjelajah makanan dan air merupakan kebutuhan yang mutlak diperlukan. (Internet)
Fotografer mengabadikan panorama di dalam gua, ada bebatuan yang unik, tampak terlihat seperti dunia yang asing. (Internet)
Di sini kita bisa melihat stalaktit dan kalsit berukuran besar,sebuah tempat yang ideal bagi Ahli geologi untuk mempelajari perubahan formasi batuan, yang menunjukkan berbagai karaktersitik geologi. (Internet)
Tembus kemanakah gua yang dalamnya tak terduga ini? Menurut penuturan tim bahwa sangat berbahaya menelusuri gua, terutama saat menghadapi sehamparan area genangan air yang luas, fenomena tingkat air yang tinggi secara tiba-tiba di dalam gua harus diwaspadai. (Internet)
Disini adalah kolam sebening kristal, dan tentu saja tim ekspedisi ini memanfaatkannya sebagai kolam renang, mungkin di bawahnya terdapat saluran air, dan barangkali bisa menuju ke gua lain jika merangsek lebih dalam. (Internet)