Petualangan terbaik adalah petualangan yang membawa kita untuk lebih memahami diri sendiri. Petualangan seperti ini biasanya didorong oleh tujuan yang mulia.

Bagi Anand Sankar, seorang wartawan dari India, kunjungannya ke sebuah desa Himalaya terpencil merupakan petualangan yang telah membuka matanya. Ini mendorong insan berhati mulia ini untuk mengubah nasib penduduk desa tersebut ke arah yang lebih baik.

Desa Kalap dahulunya merupakan sebuah daerah terpencil dan terlantar yang terlupakan di India. Kini, daerah ini sedikit sebanyak dilengkapi dengan fasilitas dasar dunia modern.

Kalap adalah sebuah desa kecil dengan jumlah penduduknya hanya sekitar 500 orang. Perkampungan ini terletak 124 mil dari wilayah Dehradun di lembah sungai Tons. Perjalanan selama 5 jam pada musim dingin dan 8 jam sewaktu musim panas harus ditempuh untuk sampai ke sini dari Netwar.

Kampung ini tidak dilengkapi dengan pasokan listrik, lembaga pendidikan atau fasilitas medis dasar sewaktu kali pertama Anand tiba di sini pada 2008.

Kredit: Facebook/Anand Sankar

Mantan wartawan ini menemukan desa ini pertama kali pada tahun 2008. Sejak itu dia tertarik dengan kelestarian tanah ini dan gaya hidup masyarakat di sana.

Anand kemudian memutuskan untuk membuat sesuatu untuk membantu penduduk di Kalap dan mulai menyiapkan dana Kala Trust pada tahun 2014. Hal pertama yang dibangun hasil dari uang sumbangan tersebut ialah pembangunan klinik gratis.

Klinik tersebut berfungsi untuk memerangi dua masalah kesehatan utama yang dihadapi penduduk di sana yaitu penyakit TBC dan kekurangan gizi. Fokus utamanya adalah pada anak-anak, wanita hamil dan orang tua.

Menurut Better India, Dr. Nandana Acharjee  bertugas di klinik tersebut dan Dr. Nandana telah melatih dua orang wanita lokal untuk membantunya mengelola klinik itu.

Kredit: Facebook/Anand Sankar

Selain itu, dana Kala Trust juga fokus pada bidang pendidikan. Kondisi satu-satunya sekolah pemerintah di desa ini sangat buruk. Tidak ada guru atau siswa yang ingin hadir ke sekolah tersebut. Oleh sebab itu, dana tersebut membuka sesi sekolah sore di sana.

Dana Kala Trust membuka sekolah sesi petang di kampung ini.

Sekolah yang dibuka setiap hari setelah sekolah biasa usai dan juga dibuka pada waktu libur untuk membantu para siswa mengejar pelajaran yang tertinggal. Sekolah ini juga melatih keterampilan berbahasa Inggris untuk mempersiapkan siswa untuk ke sekolah bermedium Inggris.

Menurut situs bantuan dana tersebut, seluruh 90 orang siswa sekolah itu diajarkan dua orang guru yang mengajar full time dan digaji. Siswa di sekolah ini dibagi menjadi beberapa kelompok untuk memudahkan pelajaran. Beberapa pemuda setempat juga telah ditunjuk sebagai asisten.

Kredit: Kalap Trust

Kelas bahasa Inggris dianjurkan buat golongan dewasa pada malam hari.

Melalui proyek instalasi grid surya, kini 23 buah rumah di desa ini menerima pasokan listrik sejak Juni 2015.

Anand juga memulai program komunitas pariwisata pada Juni 2013 yang kini dijalankan dengan sukses selain memberi kesempatan kerja bagi penduduk lokal. Penduduk desa dilatih untuk menjadi pemandu dan diberi tugas memasak dan menjaga mereka.

Rumah di desa dijadikan sebagai homestay. Bagi pengunjung, mereka bisa mendalami budaya penduduk lokal, berinteraksi dengan mereka, dan menjelajahi keindahan daerah ini.

Kredit: Facebook/Kalap Trust
Kredit: Facebook/Kalap Trust

Kini, Anand sedang berusaha untuk memperluas program ini ke desa lain yang dekat.

Kisah Anand ini membuktikan bahwa ketika kita untuk peduli tentang kesulitan yang dihadapi orang lain, kita mampu mengubah kehidupan mereka dan diri kita sendiri ke arah kebaikan serta tujuan yang lebih bermakna.

Saksikan video ini yang menampilkan Anand berbagi kisahnya dengan penduduk Kampung Kalap:

(Erabaru.com.my/asr)

Share

Video Popular