Pahlawan Bangsa yang Besar Yue Fei dan Pengkhianat Bangsa Qin Gui

270
Yue Fei (Britania Encyclopedia)

Yue Fei (1103-1142) alias Pengju adalah jenderal yang berjuang melawan Dinasti Jin dari Dinasti Song Selatan. Lahir di Xiang Zhou, Tang Yang (sekarang Provinsi Henan, Tiongkok).

Sebelum pergi berperang melawan tentara Jin, ibu Yue Fei membuat tato empat huruf Jing Zhong Bao Guo (setia berbakti kepada tanah air) di belakang punggungnya, Yue Fei menjadikannya sebagai prinsip menghadapi masalah sepanjang hidup, pengaruhnya sangat mendalam terhadap generasi kemudian.

Apa yang diceritakan dalam ungkapan “ibu Yue Fei membuat tato huruf” adalah peristiwa tersebut. Laskar yang dipimpin Yue Fei disebut “Prajurit Yue”, gigih berjuang melawan agresi, mengalahkan prajurit Jin, tentara Jin mengeluh: Mudah menggoncang gunung, namun sulit menggoyang tentara Yue! Perdana Menteri Dinasti Song yang pengkhianat bangsa Qin Gui melihat kegagalan besar prajurit Jin, bukan main paniknya, menyampaikan tuduhan palsu kepada raja, memfitnah Yue Fei  mempunyai rencana mengkhianati kerajaan.

Jenderal Yue Fei (Wikipedia)

Kaisar Gao Zhong menurunkan 12 kali titah tertinggi memerintahkan “Prajurit Yue” yang menang terus agar segera menarik mundur pasukan dan kembali ke istana, rakyat jelata berlutut di pinggir jalan menangis sedih, prajurit Jin merasa sangat gembira.

Pada 27 Januari 1142 M, Yue Fei dibunuh atas tuduhan mengkhianati kerajaan yang direkayasa oleh Qin Gui, Zhang Jun dan kawan-kawan. Sebelum Yue Fei terbunuh di atas surat pengakuan tertulis delapan kata: “langit terang benderang, langit terang benderang,” menghadapi kematian tetap tidak menyerah.

Padahal usianya baru 39 tahun, dan masih ada anaknya yang dibunuh pada saat yang sama dengan dirinya yaitu Yue Yun dan Jenderal Zhang Xian. Sajak Yue Fei melawan musuh cinta negeri “Man Jiang Hong” penuh semangat yang berapi-api, membuat ciut nyali prajurit Jin yang mendengarnya.

Setelah Yue Fei terbunuh, juru kunci penjara Kui Shun dengan menempuh risiko, memikul jenazah Yue Fei, melewati tembok kota, dan dengan tergesa-gesa menguburnya di samping Kelenteng Jiu Qu Chong.

Dua puluh satu tahun kemudian, Kaisar Xiao Zhong Dinasti Song memerintahkan merehabilitasi nama baik Yue Fei, dan dengan harga tinggi menawarkan hadiah sebesar 500 untai uang bagi yang menemukan jenazah Yue Fei, mengadakan upacara yang khidmat memindahkan makamnya di bawah gunung Qi Xia, yaitu makam Yue Fei sekarang ini. Tahun 4 Jia Tai (tahun 1204) yaitu setelah Yue Fei meninggal, kerajaan menganugerahinya sebagai Raja E.

Pusara Yue Fei disebut juga makam Yue, letaknya di kaki pegunungan selatan pegunungan Qi Xia, Hangzhou, didirikan pada masa Dinasti Song Selatan tahun 14 Jia Ding (tahun 1221), semasa Dinasti Ming diubah menjadi “Kuil Pahlawan Setia”, setelah mengalami masa Dinasti Yuan, Ming, Qing, dan masa Republik, pasang surut kuil, diwariskan turun-temurun dan bertahan hingga sekarang.

Bangunan sekarang ini adalah dibangun kembali pada tahun 54 Kang Xi Dinasti Qing (1715 M), tahun 1918 pernah direnovasi besar-besaran, dan pada tahun 1979 diperbaharui total, sehingga Kuil Yue bertambah megah. Kuil Yue adalah tempat peringatan pahlawan bangsa Yue Fei sepanjang masa.

Pintu utama Kuil Yue adalah sebuah bangunan atap dobel 2 lapisan, tinggi dan megah, di tengah-tengah tergantung papan tegak yang tertulis kalimat “Kuil Raja Yue”, dan di tengah balairung utama “Kuil Pahlawan Setia” tergantung sebuah papan mendatar dengan tulisan “Xin Zhao Tian Re” (ahli menerangi langit), yang ditulis oleh negarawan senior China komunis Ye Jian Ying.

Di tengah balairung adalah patung berwarna Yue Fei yang berukuran 4,5 meter, mengenakan jubah piton warna lembayung, lengannya memperlihatkan lapisan emas, menunjukkan semangat kepahlawanan sang jenderal besar.

Tembok atas kedua sisi balairung tertulis empat huruf besar “Jing Zhong Bao Guo” (setia berbakti pada tanah air) yang ditulis oleh Hongzhu, seorang warga Pu Tian pada masa Dinasti Ming. Di atas patung tergantung sebuah papan mendatar yang bertuliskan “Huan Wo He Shan” (kembalikan tanah airku), merupakan tulisan tangan Yue Fei sendiri, kedua sisi kiri kanan masing-masing tergantung sebuah papan horizontal yang bertuliskan “Bi Xie Dan Xin” (darah keadilan dan hati yang setia) dan “Hao Qi Chang Cun” (semangat luhur yang kekal abadi), kedua sisi belakang balairung adalah tempat ibu Yue menato huruf dan lain-lain lukisan dinding raksasa, memperlihatkan prestasi kepahlawanan Yue Fei melindungi ibu pertiwi.

Di atas langit-langit balairung terdapat lukisan ratusan bangau putih, bentuk 373 ekor bangau masing-masing berbeda, lukisan yang tampak hidup, boleh dikatakan melambangkan semangat Yue Fei yang luhur dan karakter yang setia.

Di depan makam di atas sepasang pilar terukir kalimat: “Kebaikan maupun kejahatan sejak dahulu bagaikan es dan arang, fitnahan atau pujian diputuskan kebenaran atau kepalsuannya saat ini.”

Di kedua sisi belakang pusara terdapat 4 buah cetakan patung manusia dari besi, kedua lengan bersilang di belakang punggung, bertekuk lutut menghadap makam, mereka adalah Qin Gui, Wang Shi, Zhang Zun serta Mo Qi Guo empat orang yang mencelakai Yue Fei, diludahi dan dicaci maki orang, meninggalkan nama busuk sepanjang tahun.

Di atas makam belakang patung berlutut itu tertulis kalimat: “Gunung hijau beruntung telah ditanami jenasah yang setia, besi putih yang tak berdosa telah mencetak manusia pengkhianat.”

(Artikel Yang Fan, www.renminbao.com/asr)