Suatu sore tahun lalu, seorang pria Vietnam bernama Tong Phuoc Phuc menemami istrinya ke rumah sakit untuk persalinan.

Tong Phuoc menunggu di luar ketika istrinya dibawa masuk ke ruang persalinan. Saat itu ia melihat beberapa wanita hamil masuk ke ruangan lain dan terkejut melihat wanita hamil yang memasuki sebuah ruang persalinan itu keluar tanpa perut buncit serta bayinya.

Tong Phuoc merasa penasaran lalu bertanya pada suster, dan ia terkejut ternyata di dalam ruangan itu adalah tempat khusus untuk menggugurkan kandungan.

Tak lama kemudian, Tong Phuoc melihat para suster keluar dari ruangan itu sambil mendorong Stretcher (Brankar dorong di rumah sakit) berisi janin-janin yang mati digugurkan. Jantung Tong Phuoc berdebar melihat pemandangan tersebut, dan itu takkan pernah bisa dilupakannya.

Tong Phuoc dan batu nisan bayi-bayi dimakamkannya dengan layak.

Tong Phuoc yang sehari-hari bekerja sebagai pekerja konstruksi kemudian memutuskan untuk mengubur bayi-bayi tak berdosa itu.

Dan sejak itu, ia memutuskan mengadakan upacara pemakaman yang layak bagi “janin-janin tak berdosa yang digugurkan” itu, Tong Phuoc kemudian membeli sebidang tanah di kota Nha Trang, membangun sebuah surga untuk anak-anak yang “belum sempat tumbuh besar” melihat dunia.

Inilah tempat di mana semua janin yang diaborsi dikuburkan dengan layak oleh Tong Phuoc, si pria yang baik hati.

Dan tentu saja, ketika istrinya mendengar keputusannya itu, ia pikir suaminya gila, bahkan memarahinya, “Kamu gila ya, memangnya kamu kenal dengan anak-anak itu?”

Meskipun keluarga tidak mendukungnya, tapi Tong tidak menyerah, sampai saat ini, ia telah membantu menguburkan lebih dari 10,000 bayi yang digugurkan.  

“Niat awal saya adalah menyelamatkan mereka, tapi saya tidak bisa menyelamatkan mereka semua. Oleh karena itu, saya pikir taman kecil ini bisa jadi tempat peristirahatan yang indah bagi mereka dan juga tempat bagi para wanita untuk berpikir ulang, sebelum memutuskan aborsi,” papar Tong.

Phuc sampai menghabiskan uang tabungan untuk membeli tanah yang digunakan untuk pemakaman bayi-bayi yang digugurkan.

Perlahan-lahan, ketika kisah taman pemakaman Tong ini mulai tersebar, banyak wanita yang datang meminta bantuan Tong. Dari “pengubur” bayi aborsi, Tong berubah jadi penyambung nyawa bagi bayi-bayi yang tidak diinginkan. Satu persatu, Tong mengadopsi bayi-bayi tersebut. Karena dia pernah mengatakan ingin menyelamatkan nyawa bayi.

Anak-anak yang ia rawat ia beri nama Vinh untuk perempuan dan Tam untuk laki-laki.

Seiring berjalannya waktu, rumah Tong Phuoc pun telah menjadi sebuah panti asuhan yang terkenal, ia juga mengatakan, bahwa anak-anak itu bisa dibawa kapan saja selama kondisi ekonomi orang tua bayi sudah lebih baik. Meskipun Tong hanya sementara merawat anak-anak itu, tapi ia memperlakukan mereka seperti anaknya sendiri.

Tong Phuoc dan anak-anak asuhnya.

Bagi Tong sendiri, tidaklah mudah merawat sekian banyak anak-anak, baik dari sisi ekonomi atau perawatan, tapi dia tidak pernah menyerah, dan sambil tertawa ia berkata, “Saya akan terus melakukan pekerjaan ini sampai nafas terakhir saya, harapan saya anak-anak ini bisa terus membantu orang lain setelah nanti saya tiada.”

Dedikasi Tong Phuoc yang tanpa pamrih ini, telah banyak menyelamatkan nyawa anak-anak yang tak berdosa. Semoga Tuhan memberkatinya. (Jhony/rp)

Share

Video Popular