Steven Heard, 48, terkejut ketika diminta oleh pemerintah daerah untuk menghentikan kegiatan membersihkan kotoran anjing di sekitar Minehead, Inggris.

Steven mulai beraksi dengan membersihkan jalanan dari kotoran anjing ketika kotoran anjing tsb selalu tersangkut pada ban skuternya.

Tumpukan kotoran anjing yang berserakan di atas jalan adalah disebabkan oleh sikap pemilik anjing yang tidak membuang kotoran anjing peliharaan mereka dan hanya membiarkannya begitu saja.

Seperti ditulis thesun.co.uk,  menurut Steven, sebanyak 50 kantong plastik yang berisi tinja berhasil dikumpulkan setiap hari. Hal demikian menandakan begitu banyak limbah tersebut di atas jalan raya yang tidak hanya merusak pemandangan tetapi juga mengganggu kenyamanan masyarakat.

Steven Heard, warga prihatin terkejut ketika pemerintah setempat mengeluarkan pemberitahuan yang melarangnya untuk membersihkan sampah dan limbah di jalan raya.

Ban skuter Steven yang dipenuhi dengan kotoran.

Setiap hari, Steven mengumpulkan hampir 50 kantong plastik yang dipenuhi kotoran anjing

Steven juga memberikan peringatan kepada pemilik anjing tidak bertanggung jawab yang membiarkan kotoran anjing mereka di atas jalan

Ayah dari empat anak ini selalu memastikan daerah sekitar tetangganya bersih dengan memungut kotoran anjing di atas jalan dan  rumput.

Namun begitu, setelah 3 tahun melakukan kerja amal ini, Steven dikejutkan dengan produksi perintah oleh pemerintah daerah yang melarangnya untuk membersihkan daerah dari kotoran anjing.

Ujar Steven, “Ini adalah sesuatu yang tidak masuk akal. Saya telah membantu membersihkan area secara gratis tapi ini yang saya dapat. Saya bukan melakukannya secara suka-suka. Saya melakukannya demi warga Minehead.”

Surat perjanjian yang menyatakan Steven Heard dilarang untuk terlibat di dalam operasi pemerintah daerah untuk membersihkan daerah sekitar Minehead.

Steven yang menderita penyakit diabetes dan masalah pendengaran membutuhkan skuter untuk bergerak ke mana saja. Meskipun selalu membantu membersihkan daerah sekitar tetangganya, dia juga sering diejek dan diganggu oleh masyarakat lokal. Dalam salah satu surat yang pernah diterima menyatakan, “Jika Anda tidak bisa berjalan, macam mana Anda dapat memungut kotoran anjing?”.

Malahan di situs sosial dan internet juga, Steven seringkali dilemparkan dengan berbagai intimidasi dan hinaan.

Pernah juga seorang vandalisme telah mengganti tanda pada belakang skuternya dari ‘I Am Deaf’ ke ‘I Am Dead’.

Nampaknya niat murni Steven dalam menjaga kebersihan daerah tetangganya tidak dilihat sebagai satu usaha yang baik. Diharap, Steven dapat bersabar dengan dugaan ini karena ‘perbuatan yang baik akan dibalas dengan sesuatu yang baik manakalaa perbuatan jahat akan dibalas dengan sesuatu yang buruk.’ (Erabaru.com.my/asr)

Share

Video Popular