Terapi Bekam: Semuanya Harus Anda Ketahui

945
bekam
Memar setelah sesi terapi Bekam. (Gambar: Malias via Compfight cc )

Menurut Pengobatan Tradisional Tiongkok, terapi bekam digunakan untuk mengobati nyeri bahu, nyeri leher, nyeri lutut, otot terkilir, terbakar sinar Matahari, nyeri dada, dan gangguan pencernaan. Terapi bekam adalah terapi alternatif yang menyedot kulit setempat untuk mengurai kemacetan aliran darah, dan untuk merangsang aliran darah.

Sedang diterapi kop. Untuk mencegah terjadinya kulit lecet, maka terapi kop tidak boleh lebih dari 10 menit. (Image: Avery via Flickr)

Bekam adalah praktik non-intrusif; Namun, itu memiliki efek samping – yang paling umum adalah pusing. Untuk orang yang kondisi tubuh dalam keadaan lemah, yang lapar sebelum diterapi bekam, atau yang menjalani terapi bekam di seluruh bagian tubuhnya, kemungkinan tubuhnya tidak tahan terhadap tekanan dari bekam tersebut, sehingga mengalami pusing.

Untuk menghindari efek samping ini, maka pasien harus beristirahat sebentar, mengusap bahunya, mengusap lekukan vertikal di antara hidung dengan bagian atas bibir, makan dan minum sesuatu.

Jika tubuh lembab, mungkin terjadi lepuhan pada kulit setelah diterapi bekam. Untuk menghindari hal ini, maka bekam tidak boleh lebih dari 10 menit. Jika kulit melepuh atau rusak, maka tidak boleh dilakukan bekam pada daerah kulit tersebut.

Bekam belum tentu cocok untuk semua orang. Jika pada kulit orang tersebut menderita alergi, terdapat ruam, eksim, atau penyakit kulit lainnya maka sebaiknya tidak dilakukan terapi kop pada daerah kulit tersebut. Orang berada dalam kondisi lemah, wanita hamil, dan anak di bawah usia 6 tahun, penderita diabetes, penderita tekanan darah tinggi, atau penyakit hati tidak boleh dilakukan bekam karena berisiko mengalami efek samping yang berbahaya.

Bekam dilakukan pada daerah otot yang tebal, seperti bahu, punggung, dan paha. Kapiler darah akan pecah pada daerah kulit yang disedot, sehingga daerah tersebut harus dibersihkan dengan alkohol untuk mengurangi infeksi. Jangan berkeringat sebelum dilakukan bekam.

Terapi bekam tradisional menggunakan bambu. (Image: Jay (Thanks for 3M views) via Flickr)

Direktur He Zongrong pada Departemen Kedokteran Tiongkok di Rumah Sakit Beigang Universitas Kedokteran Cina (Taiwan) menjelaskan bahwa sama seperti akupunktur, membakar moksa, luluran, dan terapi herbal, terapi kop adalah cara yang baik untuk mengatasi tekanan negatif dari dalam tubuh.

He ingat kasus seorang pasien pria yang menderita nyeri kepala dan leher terkilir, yang tidak kunjung sembuh setelah mencoba beberapa metode tradisional untuk meredakan nyeri tersebut. He melakukan diagnosis pasien tersebut dan melakukan terapi bekam selama 10 menit, yang dengan segera meredakan nyerinya.

Demi kesehatan Anda, sebelum mencoba terapi bekam, pastikan Anda telah mendapat diagnosis yang benar dari profesional medis yang bermutu.(Visiontimes/Vivi/Yant)