Universitas Nasional Taiwan. (Gambar: Shangkuanlc via Wikimedia / Cc0 1.0)

Kasus mata-mata pertama yang melibatkan seorang mahasiswa Tiongkok yang belajar di Taiwan baru-baru ini terbongkar. Zhou Hongxu, yang belajar di sebuah lembaga penelitian manajemen, menyusup sekolah Taiwan dan departemen pemerintah untuk memata-matai dan mencari rahasia resmi. Ia ditangkap dan ditahan oleh Taipei District Prosecution karena melanggar Peraturan Keamanan Nasional Taiwan.

Kasus mata-mata pertama yang melibatkan pelajar tiongkok di Taiwan baru-baru ini mendapat titik terang. (Image: pixabay / CC0 1.0)

Pelajar lain yang berasal dari Tiongkok  bernama Zhao Minsheng (nama samaran) baru-baru ini diwawancarai oleh World Magazine dari Taiwan mengungkapkan bahwa masuknya siswa dari Tiongkok telah mencapai masa kritis, dan bahwa ada beberapa yang merupakan mahasiswa profesional yang telah direkrut oleh Partai Komunis Tiongkok untuk memantau kegiatan siswa dan untuk mengakses informasi rahasia di Taiwan. Mahasiswa Tiongkok di Taiwan hidup dalam ketakutan karena dipantau, tetapi merasa bahwa mereka memiliki tempat untuk berpaling untuk meminta bantuan.

Zhao Minsheng mengatakan saat ia pulang ke Tiongkok karena liburan sekolah, petugas pemerintah mengetuk pintu rumahnya dan mengetahui aktivitasnya di  Taiwan, serta partisipasinya dalam kegiatan di luar sekolah. Zhao Minsheng percaya bahwa petugas tersebut paham akan aktivitasnya melalui sistem informasi kampus yang tersebar luas.

Beberapa pelajar Tiongkok yang mempelajari sosial budaya juga mengalami nasib yang sama. (Image: via pixabay / CC0 1.0)

Zhao Minsheng memahami ketakutan yang dialami oleh pelajar Tiongkok di Taiwan karena disebabkan oleh kendali yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok. Untuk melindungi dirinya, Zhao Minsheng memutuskan untuk menolak berhubungan dengan pelajar dari Tiongkok  karena ia menyadari bahwa mereka adalah kelompok manusia yang sangat rumit dan ia harus ekstra hati-hati untuk berhubungan dengan mereka. Zhao Minsheng mengatakan ia khawatir untuk berbicara di depan kelas atau berpartisipasi dalam aktivitas karena akan menyebabkan ketegangan pada pelajar Tiongkok atau pelajar lokal di mana kedua negara tersebut mempunyai pandangan yang berbeda.

Zhao Minsheng percaya bahwa pelajar Tiongkok di Amerika Serikat dan negara lain juga mengalami nasib yang sama. Pelajar Tiongkok di Taiwan harus toleransi terhadap keadaan yang membatasi kebebasannya, yang sebenarnya melanggar hak asasi manusia. Mereka sangat menderita, namun hingga sekarang, mereka merasa tidak dapat meminta bantuan Pemerintah Taiwan untuk menolong.(Visiontimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular