Tegakkan Kode Etik dan Lawan Hoax, Asosiasi Meda Siber Indonesia Dideklarasikan

258
Suasana deklarasi AMSI (Erabaru.net)

JAKARTA –  Sejumlah pemangku redaksi media-media online di Indonesia mendeklarasikan berdirinya Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) sebagai rangka memberantas hoax dan menegakkan kode etik jurnalistik.

Deklarsi digelar Selasa (18/4/2017) di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Hadir pada kesempatan itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, Direktur Cyber Crime Bareskrim Mabes Polri Brigjen (Pol) Fadil Imran, dan Public Policy Lead Twitter Indonesia Agung Yudha.

AMSI awalnya dibentuk oleh 26 media pendiri yang bermula dari pembicaran grup whatsapp pemred media daring.  Saat ini anggotanya sudah mencapai 143 media digital dan jumlah keanggotaan akan terus bertambah.

Dasar pemikiran berdirinya AMSI adalah adanya perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat. Lebih jauh dari itu, kran kebebasan informasi justrumelahirkan konten-konten yang jauh dari nilai kejujuran dan dapatdipertanggungjawabkan.

Oleh karena itu,  media digital diharapkan lebih peduli terhadap konten yang akurat, berimbang, tidak berniat buruk dan dapat dipertanggungjawabkan serta sesuai dengan UU Pers, Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Media Siber.

Ketua panitia deklarsi AMSI, Ismoko Widjaya mengatakan sejumlah kasus dan pengaduan berkaitan dengan produk pers yang menimpa media daring, namun belum ada asosiasi sebagai wadah perlindungan. Selanjutnya ditempuh langkah-langkah hingga terwujud dalam sebuah perkumpulan dari media online.

“AMSI dibentuk oleh 26 media online yang konsen kepada konten berimbang, profesional dan tidak berniat buruk,” kata Pemred Dream.co.id itu.

Sementara Ketua Dewan Presidium AMSI Wanseslaus Manggut menegaskan pembentukan AMSI sebagai langkah memberantas kabar hoax. Hal ini dikarenakan sebagai tugas banyak pihak tak hanya pemerintah semata. Bahkan soal hoax ini, media tidak bisa sendirian, seharusnya bersama-sama dengan media lain dan media sosial untuk bersama-sama memberantas hoax.

Chief Content Officer (CCO) KapanLagi Networks dan Pemred Merdeka.com itu menegaskan keberadaan AMSI bertujuan  agar keberadaan media-media yang tergabung bisa lebih dipercaya oleh masyarakat secara luas dan kalangan bisnis.

Suasana diskusi sebelum deklarasi (Erabaru.net)

Ketua Dewan Pers Adi Prasetyo memberikan apresiasi atas berdirinya AMSI dan diharapkan memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara. Nantinya lembaga ini juga diharapkan menjadi bagian sebagai verifikator bagi media yang tergabung dalam wadah ini. Apalagi kini jumlah media online di Indonesia sudah mencapai 43.300 media.

Menurut Adi,  perkembangan media online diprediksi akan terus berkembang pesat. Namun demikian, tantangan inovasi selalu berada terdepan termasuk soal  hukum dan etik. Tak hanya itu, pengembangan bisnis media siber terus dipikirkan oleh lembaga AMSI. Apalagi adanya perbedaan antara Jakarta dan daerah soal bagi-bagi iklan. Sehingga diharapkan nantinya melahirkan media sehat serta berkontribusi bagi generasi bangsa.

Menkominfo saat deklarasi (Erabaru.net)

“Diharapkan (media online) menghasilkan generasi yang tak besar karena hoax, karena generasi kita yang mana tak pernah lagi membaca media cetak apalagi buku, seluruh bahan diakses dari gadget,” kata Adi.

Pada kesempatan itu, Menkominfo Rudiantara menyampaikan menyambut baik adanya deklarasi AMSI. Dia berharap media-media yang tergabung dalam AMSI bisa menjadi rujukan untuk mendapatkan informasi yang akurat, bukan menjadi penyebar berita hoax.

Rudiantara juga menyampaikan dukungannya tentang media terverifikasi ? hal demikian agar masyarakat mengetahui secara jelas media tersebut, alamat redaksinya, siapa saja redaksinya dan penanggung jawabnya. Apalagi pada saat ini, sudah terdapat sebanyak 40 ribu lebih media, kesulitannya itu adalah tidak tahu siapa mereka.

“Adanya proses verifikasi ini, Kominfo melihatnya dari UU ITE juga akan lebih baik. Kominfo sebenarnya tidak mau menggunakan UU ITE untuk membatasi. Justru kita harus menjaga media siber ini bersama-sama,” kata Rudiantara. (asr)