Ilmuwan Jepang, Ada “Lorong Bawah Tanah” Raksasa di Bulan

1152

Menurut data yang dikirim Gravity Recovery and Interior Laboratory-GRAIL milik NASA, baru-baru ini para ahli menemukan fenomena penyebaran gravitasi yang tidak wajar di bulan. Ini menyiratkan adanya ruang berongga di bawah permukaan bulan.

The Marius Hills ditemukan pada 2009 oleh ilmuwan dari Japan Aerospace Exploration Agency, JAXA. Para ilmuwan mengatakan lubang ini membentang sepanjang enam puluh lima meter, mungkin mulut dari tabung lava. Sumber: NASA / GSFC / Arizona State University (ASU)


Sekelompok tim ilmuwan Jepang mengatakan, mereka menemukan sebuah lorong bawah tanah yang sangat besar di bulan. The Lunar dan Planetary Science conference ke-48 mengatakan, “Lorong-lorong ini dapat digunakan sebagai tempat persembunyian astronot yang sempurna di masa depan.”

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Geophysical Research Letters menyebutkan, bahwa temuan ilmuwan Jepang itu berkat wahana antariksa Jepang Kaguya ruang probe. Dengan bantuan perangkat yang akurat ini, para ahli baru dapat menemukan lorong yang luas sepanjang beberapa kilometer di bawah bulan.

Gambar yang dikirim Kaguya ruang probe menunjukkan, posisi The Marius Hills berada di dalam alur tabung lava dengan sistem yang berliku-liku. Karena lubang ini terletak di pusat dari tabung lava, sehingga bagian atas tabung lava mungkin ada tanda-tanda akan ambruk. Sumber: JAXA / Selene

Pada 2009 lalu, para ahli telah membuka sebuah lubang yang dalam, lubang ini memiliki diameter puluhan meter, terletak di kompleks Marius Hills. Pada 2016 lalu, NASA menemukan ketidakwajaran dari distribusi gravitasi bulan dalam sebuah misinya, dimana fenomena ini menunjukkan, bahwa kemungkinan terdapat lorong bawah tanah.

Sebagaimana yang diterangkan dalam laporan penelitian tersebut, “Pada 2009, gambar yang dikirim Selene Terrain Camera menunjukkan bahwa ada tiga lubang di bulan. Diameter dan kedalaman ketiga lubang tersebut mencapai puluhan meter atau lebih.

Mungkin mereka (lubang) adalah mulut dari tabung lava di permukaan bulan, di planet merah Mars juga terdapat lubang seperti itu. Pengamatan dari Lunar Reconnaissance Orbiter semakin memperkuat kemungkinan tersebut.”

Para ilmuwan yang dipimpin Profesor Junichi Haruyama menyimpulkan, lubang-lubang itu bukan gua, tapi lorong atau jalan tembus. Lorong-lorong ini menembus batuan bulan, menjulur hingga beberapa kilometer ke tempat yang dalam. (ancientcode/jhoni/rmat)