Oleh: Su Yang

Peramal asal Amerika Horacio Villegas pernah meramalkan Trump akan jadi presiden Amerika Serikat pada 2015 lalu.

Ramalannya terbukti akurat, dan baru-baru ini dia mengeluarkan pernyataan baru yang mengerikan, bahwa Perang Dunia III akan terjadi dan dalam waktu yang tak terlalu lama lagi. Dan perang ini akan mengakibatkan korban dalam skala luas bahkan ia menyebutkan waktu terjadinya perang nuklir tersebut.

Seperti dilansir “Daily Star, Villegas adalah seorang penganut Katolik, sekarang tinggal di Texas, ia mengklaim mendalami “alkitab” dan ramalan Nostradamus serta ramalan lainnya, dan berdasarkan ramalannya ini memprediksi terjadinya peristiwa penting.

Villegas mengatakan ia telah meramalkan Trump akan jadi presiden AS pada Agustus 2015 lalu, dan mengakatakan akan terjadi perang dunia ketiga.

Dia juga meramalkan, Trump akan menyerang Suriah dan menyeret Korea Utara, Rusia dan Partai Komunis Tiongkok/PKT terlibat dalam konflik. Beberapa waktu lalu Trump memerintahkan militer AS menyerang pangkalan militer Suriah dengan 59 rudal tomahawk setelah memastikan rezim Assad menggunakan senjata kimia terhadap pemberontak.

Kepada “Daily Star”, Villegas mengatakan, bahwa “dalam mimpinya” baru-baru ini ia melihat bola api jatuh dari langit, orang-orang melarikan diri mencoba menyelamatkan diri dari bencana itu. Menurutnya, semua ini merupakan simbol dari orang-orang yang menyelamatkan diri dan bom atom yang meluluhlantakkan kota-kota di seluruh dunia.

Horacio Villegas yang menyebut dirinya sebagai “utusan Tuhan”, meramalkan bahwa perang nuklir akan pecah  pada 13 Mei 2017, dan hari itu tepat merupakan peringatan 100 tahun penampakan “Our Lady of Fatima/ Bunda Maria di Fatima.

Our Lady of Fatima adalah sebutan Bunda Perawan Maria, yang pernah menampakkan dirinya selama 6 bulan secara berturut-turut di depan tiga gembala pada 13 Mei 1917 di Our Lady of Fatima, dan sejak itu Fatima menjadi tempat suci Katolik.

Villegas percaya, perang ini akan berakhir pada Oktober. Ia mengingatkan orang-orang agar bersiap antara 13 Mei – 13 Oktober 2017.

“Perang akan terjadi dan berakhir dengan banyak kehancuran dan kematian,” kata Villegas.

Selain itu, Villegas juga menyebutkan bahwa akan ada “False Flag” yang mematikan (mengacu pada bukti palsu yang ditinggalkan setelah menciptakan kerusakan, kemudian mengkambing hitamkan kepada orang lain).

Peristiwa ini akan terjadi antara 13 April – 13 Mei 2017 dan negara-negara yang terlibat diantaranya Suriah dan Korea Utara.

Setelah Amerika Serikat meluncurkan rudal ke Suriah, Villegas memprediksi target berikutnya adalah Korea Utara. Villegas mengatakan serangan itu akan menyeret Rusia atas konflik di Suriah dan PKT juga akan ikut terlibat dalam konflik Korea Utara.

Villegas mengklaim bahwa dalam sepuluh tahun terakhir, ia secara terbuka telah mengungkapkan ramalannya melalui karya tulis dan ceramahnya di internet, dan memperingatkan orang-orang, tetapi sebagian besar orang tidak percaya dengan opininya. (Jhony/rp)

Share

Video Popular