Waspada Bencana Gerakan Tanah Berujung Longsor yang Masih Mengancam

30
Penduduk yang tinggal di daerah rawan longsor (BNPB)

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya mineral (ESDM) melalui Kepala Badan Geologi, Ego Syahrial menyampaikan kepada masyarakat di daerah rawan bencana tanah longsor untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. Hal ini dkarenakan hingga april 2017 Gerakan tanah diperkirakan masih terjadi dari Pulau Sumatra hingga Papua.

Data Badan Geologi menyebutkan daerah-daerah tersebut adalah Aceh bagian barat dan tengah; Bengkulu bagian utara, tengah dan selatan;Jambi bagian barat daya; Sebagian Lampung baratdaya; Jawa Barat bagian tengah dan selatan dan Jawa Tengah bagian tengah, tenggara dan utara.

Daerah lainnya adalah Yogyakarta bagian barat, utara dan timur laut; Jawa Timur bagian selatan dan tengah; Nusa Tenggara Timur bagian utara, baratdaya dan tenggara; Maluku bagian utara; Maluku Utara bagian barat; Papua Barat bagian utara, tengah dan selatan; Papua bagian utara dan tengah.

“Masyarakat di daerah rawan bencana tanah longsor untuk lebih waspada karena diperkirakan hingga April 2017 gerakan tanah diperkirakan masih terjadi,” kata Ego Syahrial dikutip dari situs ESDM, Kamis (20/4/2017).

Dalam update terbarunya terkait kegeologian, Ego juga menerangkan tentang terjadinya gerakan tanah terbaru yang terjadi di daerah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Rabu (19/4/2017).

Jalan Cilangari yang merupakan jalan penghubung antara Gununghalu Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan Kabupaten Cianjur tertimbun longsor, Selasa (18/4/2017) petang sekitar pukul 17.00 WIB. Gerakan tanah diperkirakan berupa longsoran bahan rombakan yang menimbun badan jalan.

Badan Geologi juga memberikan beberapa rekomendasi kepada masyarakat, diantaranya kepada setiap warga agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman longsor susulan terutama saat dan setelah hujan deras yang berlangsung lama.

Badan Geologi mengimbau pemasangan rambu rawan longsor di daerah jalur jalan tersebut, dan menyiapkan peralatan berat jika sewaktu waktu terjadi longsor agar dapat digunakan untuk membersihkan material longsoran dengan cepat.

Pada akhir update terbarunya terkait kegeologian, Ego juga berpesan agar masyarakat untuk terus memantau update terbaru mengenai kegeologian yang ada di Indonesia melalui aplikasi yang dibuat oleh Badan Geologi berupa Peta Prakiraan potensi gerakan tanah sebagai peringatan dini melalui www.vsi.esdm.go.id. (asr)