Menakjubkan! Penemuan Tengkorak dalam Kondisi Saling Berpelukan Selama 6000 Tahun

148

Pada 2007 silam telah mencatatkan sejarahnya tersendiri ketika seorang arkeolgi telah menemukan sesuatu yang sangat menarik perhatian. Seorang arkeolog Italia telah menemukan sebuah kuburan neolitik di San Giorgio dekat Mantua, Italia dan ada rangka tulang manusia dalam keadaan saling berpelukan di dalamnya.

Kerangka tersebut juga disebut dengan nama ‘Valdaro Lovers’ dan terpercaya telah berusia 6000 tahun lamanya! Dengan melihat kepada kondisi kerangka tersebut, mereka mungkin dikuburkan dalam kondisi saling menghadap satu sama lain

Seorang ahli arkelogi, Elena Maria Menotti yang memimpin eksplorasi rangka tulang tersebut.

Menurut penemuan anggota kelompok itu, kerangka tersebut merupakan milik pasangan yang berusia tidak lebih dari 20 tahun ketika mereka dimakamkan. Menotti memutuskan untuk tidak memisahkan rangka tersebut karena posisinya yang unik justru itu harus dipertahankan.

‘The Lovers of Valdaro’ ditemukan di San Giorgio dekat Mantua, Italia pada 2007.

Menurut peneliti juga mereka telah terkubur dalam kondisi baik karena tidak ada tanda-tanda kejadian kekerasan terjadi seperti kekesalan atau microtrauma yang menyebabkan kematian mereka.

Kerangka ini dipercaya milik pasangan- pria dan perempuan yang mana mereka berumur tidak lebih dari 20 tahun.

Mereka dikatakan telah dimakamkan dalam keadaan saling menghadap satu sama lain.

Apa yang menariknya, saat zaman neolitik, yaitu zaman mereka dimakamkan, pemakaman dua orang dalam satu liang adalah sesuatu yang sangat luar biasa.

Melansir dari Elitereaders, hal ini membuat kerangka tersebut sangat unik dan kerangka tersebut merupakan satu-satunya kerangka yang dikubur kondisi berdua yang ditemukan di utara Italia.

Mereka diyakini telah ‘terkunci’ dalam kondisi berpelukan selama 6000 tahun.

Pada September 2011, kerangka tersebut telah dipamerkan ke publik pertama kali di pintu masuk Museum Arkeologi Mantua. Sebuah asosiasi ‘Lovers in Mantua’ cari rumah untuk menempatkan kedua kerangka tersebut. Presiden asosiasi tersebut, Professor Silvia Bagnoli telah menjalankan kampanye untuk kerangka tersebut terus dipamerkan.

Posisi mereka telah dipertahankan setelah kegiatan eksplorasi.

Menurut professor tersebut anggaran sebesar € 250.000 dapat digunakan untuk menciptakan pusat pameran tersendiri dan tambahan € 200.000 dapat digunakan sebagai ruang multimedia sehingga orang dapat mengetahui tentang kisah cinta rangka kuno tersebut. (Erabaru.com.my/asr)