Pemain Biola Memainkan Konser Gratis Melawan ISIS

93
Pemain biola memainkan konser gratis untuk melawan ISIS. (internet)

Pemain biola Irak, Ameen Mukdad mempertaruhkan keamanannya untuk memberi hadiah keindahan dan harapan kepada warga Mosul, saat perang masih berkecamuk di dekatnya.

Ketika ISIS menyerang Mosul pada 2014, mereka menerapkan interpretasi mereka sendiri tentang Islam yang mengatakan bahwa musik dilarang.

Para pejuang ISIS menghentikan Mukdad dan merebut biolanya. Dia melarikan diri dari rumahnya, menghindar jika ada upaya pembunuhan.

Tapi kelompok teroris tidak bisa menghentikan musik dari hatinya, tidak memadamkan keinginannya untuk menjadikan keindahan musik bagi rekan-rekannya sesama warga Irak.

Setelah tiga tahun diasingkan, dan ISIS perlahan diusir dari kota, Mukdad kembali membuat musik di rumahnya lagi.

Dia menyadari bahwa  perlu memainkan konser untuk beberapa jiwa pemberani yang masih tinggal di kampung halamannya yang ‘babak belur.’

Dia merencanakan sebuah konser gratis di Makam Jonas, yang juga disebut Nabi Younis, sebuah situs yang dipuja oleh orang Kristen dan Muslim. Dia memilih situs tersebut untuk menunjukkan kesatuan semua manusia yang layak.

Dia mengiklankan di media social, sebuah risiko besar, tapi sungguh satu-satunya cara untuk menjangkau yang lainnya.

“Saya ingin mengambil kesempatan untuk mengirim pesan ke dunia dan sebuah serangan terhadap terorisme dan semua ideologi, yang membatasi kebebasan bahwa musik adalah hal yang indah. Setiap orang yang menentang musik itu jelek,” kata Mukdad.

Hanya 20 orang yang muncul-dan mungkin angka itu mengejutkan, mengingat Mosul adalah medan perang, dan ekstremis mungkin menargetkan pertunjukan tersebut.

Mukdad tidak terintimidasi. Dia bermain, meski notasi diselingi dengan suara tembakan dan mortir.

Setiap notasi yang dia mainkan mengungkapkan keinginannya untuk kebebasan dan kedamaian. Pesan itu bergaung  ke pendengarnya.

“Saya mendengar bahwa dia akan bermain musik di Masjid Nabi Younis dan saya ingin datang karena acara ini mewakili Mosul,” kata seorang peserta, Tahany Saleh. “Ini Mosul dengan segala keindahannya.”

“Saya ingin datang untuk memberi pesan bahwa perang tidak menghentikan kehidupan di Mosul. Anda bisa melihat semua kerusakan ini tapi tetap saja kita t ingin bahagia, kita mau mendengarkan musik. ”

Mukdad bermain selama satu jam. Bahkan prajurit terdekat pun mampir untuk mendengarkan lagunya dan bergabung dengan kerumunan penonton lainnya.

Jiwa pemberani itu harus berbagi dalam satu jam keindahan dan harapan. (gelgel/rp)