Pria Koma ini Melakukan “Perjalanan Lorong Waktu” ke Tahun 3906, Mengungkap Tentang Masa Depan yang Disaksikannya

44

Pada tahun 1921, Paul Amadeus Dienach, seorang guru Swiss-Austria jatuh ke dalam keadaan koma yang berlangsung selama satu tahun karena masalah kesehatan. Selama komanya, kesadarannya melayang ke masa depan, dan merasuk ke dalam tubuh seseorang yang tinggal di tahun 3906 Masehi. Berikut ini adalah prediksinya tentang perkembangan bumi dalam ribuan tahun berikutnya.

Dalam bukunya, penulis menyebutkan bahwa orang-orang dari masa depan sepenuhnya memahami situasi medis unik yang dialami Dienach, yang mereka sebut “conscious slide”.

Mereka mengatakan kepada Dienach peristiwa penting sejarah yang pernah terjadi antara abad ke-21 dan abad ke-39.

Satu-satunya hal yang tidak mereka ceritakan adalah peristiwa yang terjadi pada abad ke-20, karena jika kesadaran Dienach ini kembali ke era aslinya (seperti keadaan koma sekarang), mereka percaya akan berbahaya pada kondisinya jika ia tahu peristuwa yang akan terjadi di masa depan.

Bagaimana jika tanpa sengaja ia mengacaukan atau mengubah sejarah yang berhubungan dengan semua kehidupannya.

Ketika Dienach terbangun dari koma, ia menemukan dirinya kembali pada tahun 1922, tetapi pengetahuan yang ia pelajari dan informasi yang didapatkan selama satu tahun itu sangat luar biasa.

Dienach sadar ia tidak punya banyak waktu lagi, kemudian memutuskan menulis buku harian untuk merekam apa pun yang bisa diingat dari pengalaman hidupnya yang mengagumkan.

Tapi anehnya, Paul Dienach bukanlah seorang penulis professional atau penyair. Sebaliknya, ia adalah seorang manusia biasa yang ingin menyimpan sebuah catatan harian, dan ia juga tak pernah berharap tulisannya akan diterbitkan atau diakui oleh siapapun.

Berikut ini adalah prediksi Dienach tentang masa depan umat manusia.

Tahun 2000 – 2300, umat manusia masih bergulat dengan masalah kelebihan penduduk dan ekologi lingkungan, ketimpangan ekonomi, sistem moneter yang salah, gizi rendah dan perang regional dan isu lainnya. Orang-orang ingin bertahan hidup di dunia keuangan yang kompleks ini, tidak ada waktu untuk menemukan batin diri dan pengembangan spiritual.

Pada tahun 2204, manusia telah membentuk koloni di Mars, dan Mars ketika itu telah dihuni 20 juta penduduk. Tapi, pada tahun 2265, banyak orang yang tewas dalam bencana alam skala besar. Dan sejak itu, mereka tidak ingin lagi menjadi kolonisasi Mars.

Dan pada tahun 2309, manusia telah mengumpulkan banyak masalah yang belum terpecahkan, sehingga bumi kembali menghadapi bencana skala besar, dan kali ini adalah perang dunia. Sebagian besar peradaban yang  kita kenal sekarang dihancurkan dalam perang tersebut. Orang-orang dengan warna kulit kuning dan hitam nyaris dimusnahkan ketika itu.

Pada tahun 2396, “the Global Union of Nations or States” dibentuk karena perubahan yang drastis. Namun, meskipun mereka terpilih dari voting setiap negara di dunia, tapi mereka bukan politisi atau pengusaha, melainkan para ilmuwan, teknolog dan pakar kemanusiaan.

Mata uang yang kita tahu itu sudah tidak ada lagi. Umat manusia merealokasi sumber daya di planet ini, sehingga setiap orang bisa memiliki sumber daya ini. Kelebihan penduduk, iklim, nutrisi dan masalah ekologi terpecahkan.

Tapi itu membuka seperangkat masalah lain. Hidup menjadi sangat sederhana, dan manusia juga tidak perlu lagi bekerja secara aktif. Tahun-tahun mulai dihitung kembali dari tahun pertama 2396. (setelah AD).

Namun demikian, Mekipun demikian, pemerintah global berbentuk totalitarianisme untuk kontrol, namun, hal ini menyebabkan pemerintah di dunia menentang praktik mereka baik secara langsung atau tidak langsung selama beberapa abad.

Sementara masyarakat masih memiliki kesadaran nasional, tetapi tidak mengembangkan kesadaran dunia.

Baru setelah 2 – 5 abad kemudian, umat manusia akhirnya berhasil melakukannya. Meskipun kesenjangan ekonomi tidak ada lagi, namun masih ada ketidaksetaraan mengenai tingkat teknologi dan properti. Orang-orang lemah secara rohani. “Zaman kegelapan” yang unik” ini berlangsung sampai tahun 3400.

Pada tahun 3382, terjadi fenomena yang luar biasa pada manusia. Satu persatu dan secara tiba-tiba orang-orang mendapatkan kemampuan spiritual baru, yang disebut “the great Spiritual Light” artau “Direct Knowledge”.

Manusia bisa mendapatkan “cahaya spiritual” atau “pengetahuan khusus” secara langsung dan jelas.  Dan ini juga merupakan era mutasi dari otak manusia.

Pada tahun 3400 – 4000, “zaman kegelapan” yang berlangsung hampir seribu tahun pun berakhir dan diganti dengan “zaman keemasan”. Dan di dalam “the Global Union of Nations or States” tidak lagi terbentuk dari ilmuwan dan ahli teknis. Pada saat itu, muncul “Universal Creators”.

Mereka menggabungkan kualitas, kemampuan dan kepribadian dari filsuf, seniman, ilmuwan, mistik dan sebagainya. Segala sesuatu di masyarakat gratis, termasuk pakaian, rumah, makanan, transportasi dan sebagainya. Dunia ketika itu tidak ada istilah milik pribadi, dan satu-satunya ketidaksetaraan adalah kehormatan dan reputasi.

Orang-orang tidak lagi mengandalkan standar teknologi dan material untuk memperkirakan tingkat keberhasilan, tetapi terutama tergantung pada emosional, mental dan spiritual dengan tingkat perbaikan diri untuk mewakili prestasi seseorang.

Orang-orang hanya perlu kerja dua tahun dalam seumur hidupnya saat berusia sekitar 17 – 19 tahun. Penduduk bumi hanya kurang dari satu miliar orang, dan kehidupan setiap orang juga sangat semarak, pada saat itu akan hadir dengan berbagai produk. Selain itu juga hanya segelintir peraturan di masyarakat, karena niat negatif atau kriminal individu hampir tidak ada ketika itu.

Hanya ada tiga peraturan hukum di masa itu:

1) Terkait jangka kerja dua tahun.
2) Terkait dengan perjalanan lalu lintas dan cara distribusi barang.
3) Terkait kestabilan populasi dan angka kelahiran. (erabaru.net/jhony/rp)