Fukushima salah satu kota di Jepang adalah sebuah “kota hantu” . Penduduknya yang berjumlah 100.000 jiwa sudah dievakuasi enam tahun lalu dan sekarang kota ini terlarang bagi manusia – sebuah kenyataan yang diabaikan oleh seorang fotografer, yang mengambil risiko untuk mengambil foto di wilayah tidak berpenghuni ini.

Fukushima telah dihancurkan oleh gempa bumi besar, sebuah gempa berkekuatan 9.0 Skala Richter yang menyebabkan bencana pada reaktor nuklir di sana, terjadi pada pukul 2.46 siang waktu setempat, tanggal 11 Maret 2011. Kota ini kemudian dinyatakan sebagai zona berbahaya.

Keow Wee Loong menjelaskan apa saja yang dia temui di kota yang ditinggalkan ini tahun lalu – dari binatang liar yang mengejarnya di malam hari – lampu lalu lintas yang masih berfungsi dan majalah porno yang masih tersegel di rak majalah, di dalam  supermarket.

(Foto: Keow Wee Loong)

Selama enam tahun, kalender tetap menunjukkan tanggal yang sama, halamannya tidak pernah berubah melewati bulan Maret.

Binatang-binatang hanyalah satu-satunya jenis makhluk hidup yang dapat ditemukan di sini. Dan kebanyakan dari mereka bahkan sudah menjadi bangkai.

(Foto : Keow Wee Loong)

Setelah gempa bumi terjadi, sebuah tsunami setinggi 15 meter memutuskan suplai listrik ke Fukushima – mematikan tenaga yang mendinginkan tiga reaktor nuklir di sana, membuat bencana nuklir yang diberi nilai 7 dalam skala INES, karena tingginya radioaktif yang dilepaskan selama satu minggu.

Fotografer nekat, Keow Wee Loong melewati petugas, gerbang-gerbang besi dan berlari menghindari binatang liar untuk memasuki kota hantu ini, hanya untuk satu alasan: rasa keingintahuan manusia biasa yang murni.

(Foto: Keow Wee Loong)

Loong bercerita:

Berjalan melewati Fukushima di pagi hari benar-benar tenang. Kotanya kosong dan lampu lalu lintas masih menyala.

Saya ke sana karena ingin mencoba mendapat lebih banyak foto dari kota yang ditinggalkan, di Fukushima ini, karena saya mendapat informasi bahwa pemerintah berencana untuk membuka kota ini lagi, tahun ini.

Dan sepertinya, informasi yang didapat Loong memang benar.

(Foto : Keow Wee Loong)

Belum lama ini, Kota Namie – salah satu kota yang terkena dampak dari bencana Fukushima – dibuka kembali. Para penduduk aklhirnya bisa mengambil kembali cucian yang mereka tinggalkan, dan mengambil kembali barang-barang berharga mereka, yang mereka tinggalkan saat terburu-buru dievakuasi.

Loong terus bercerita, menjelaskan perjalanannya ke zona berbahaya:

Saya berada di Tamioka, Futaba, Okuma, dan kota terakhir, Namie. Saya mulai berjalan pada pukul 2 dini hari dan berhenti sekitar pukul 4 sore. Saya melewati empat kota yang terkena dampak dari bencana nuklir di zona berbahaya.

Saya tidak diizinkan untuk mengambil foto ataupun berjalan di zona berbahaya.

(Foto : Keow Wee Loong)

Namun hal itu tidak menghentikan sang fotografer nekat , yang pernah dilaporkan karena melakukan protes kekerasan dan bahkan melamar istrinya yang sekarang dengan memanjat salah satu gedung tertinggi di dunia.

Loong adalah orang yang akan melakukan apa saja untuk mendapatkan foto yang sempurna – baik di darat atau bukan – dan dia berkata bahwa dia akan terus melanjutkan misinya sekalipun ada risiko yang mengancam keselamatan jiwanya.

Fotografer enigmatik ini melanjutkan:

Ketika saya berada di Jepang saya sudah berencana untuk mempersiapkan segala pengaman – saya akan membeli baju keselamatan sebelum masuk – namun saya kehilangan semua uang saya di Tokyo. Saya juga sudah mengunjungi Greenpeace Jepang dan meminta bantuan  untuk mendapatkan baju pengaman, namun tidak ada baju ataupun informasi yang mereka berikan.

(Foto: Keow Wee Loong)

Namun, radiasi bukanlah hal utama yang dikhawatirkan Loong; yang dia khawatirkan adalah sekelompok binatang liar yang menguasai wilayah tersebut.

Dia menceritakan apa yang dia temui:

Sebuah kota yang kosong dengan banyak makanan basi di supermarket. Segalanya tidak tersentuh sejak evakuasi di tahun 2011. Saya melihat hewan-hewan  liar dan anjing-anjing liar menggonggong kepada saya di malam hari. saya dikejar oleh seekor anjing. Sangat menakutkan.

Tadinya saya kira barang-barang di seluruh kota sudah diambil sampai bersih – seperti Chernobyl – namun ternyata kebanyakan kios di Fukushima masih dipenuhi dengan barang-barang… Buku-buku, perhiasan, segalanya.

(Foto : Keow Wee Loong)

Loong bercerita tentang dirinya yang masuk ke pintu-pintu tak terkunci dan supermarket yang terbuka terus menerus, berkeliling dan melihat-lihat kerusakan seperti seorang Raja di wilayahnya yang telah jatuh.

Kesimpulannya, Loong mengatakan bahwa segala yang dia lihat tidak sesuai dengan perkiraannya, mengatakan Fukushima sebagai ‘tidak seperti bayangan sebuah kota hantu pada umumnya’.( unilad.co.uk/Julius/Yant)

Share
Kategori: SERBA SERBI VIDEO

Video Popular