Duta besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan bahwa jika Korea Utara melakukan uji coba nuklir keenam atau rudal antarbenua, AS dipastikan akan campur tangan.

Ia harap Korea Utara menahan diri dan tidak memberi alasan intervensi militer AS. Demikian pernyataan yang dilaporkan Media Korea Selatan, Selasa (25/4/2017),

Yonhap News Agency-YNA menyebutkan, Senin (24/4/2017) waktu setempat, Nikki Haley mengatakan kepada NBC, CBS dan media AS lainnya, “Jika dia (ketua Partai Buruh Korea Utara Kim Jong-un) tidak memberi kita alasan untuk campur tangan, kami (Amerika Serikat) juga tidak akan melakukan apapun.”

Media Korea melaporkan, pernyataan Haley ini diartikan bahwa Amerika Serikat tidak akan lebih dulu menyerang Korea Utara, namun jika Korea Utara melakukan uji coba peluncuran rudal antarbenua (ICBM), menyerang pangkalan militer AS dan tindakan provokasi lainnya, maka AS akan mengambil tindakan militer terhadap Korea Utara.

Terkait pertanyaan media lebih lanjut, tentang bagaimana responnya jika Korea Utara lakukan uji coba nuklir atau meluncurkan rudalnya?

“Presiden Trump akan mengeluarkan beberapa keputusan,” jawab Haley.

Haley mengatakan bahwa di masa lalu Amerika Serikat selalu menekankan “Amerika tidak ingin perang,” Korea Utara sekarang tampaknya dalam “keadaan panik,” Korea Utara tidak seharusnya memberikan alasan AS untuk perang.

Konsultasi AS-Jepang-Korea Selatan di Tokyo membahas provokasi uji coba nuklir Korea Utara

Sumber dari Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan, ketua delegasi pembicaraan enam pihak Korsel, AS dan Jepang akan menggelar pertemuan di Tokyo pada 26 April 2017 untuk bertukar pendapat tentang keseluruhan masalah Korut.

Menurut Menlu Korsel, dalam pertemuan itu akan dibahas rencana kerja sama antara ketiga negara untuk menyelesaikan masalah Korut termasuk cara menahan provokasi nuklir Korut dan sanksi yang lebih berat.

Kalangan luar berspekulasi, Korea Utara mungkin akan melakukan uji coba nuklir keenam atau meluncurkan rudal balistiknya dalam peringatan ulang tahun ke-85 Tentara Rakyat Korut.

Kemenlu Korsel mengharapkan pertemuan itu akan menjadi kesempatan untuk memperkuat aliansi ketiga negara dalam menghadapi situasi akhir-akhir ini.

Aliansi ketiga negara juga akan membahas bagaimana bekerja sama dengan Tiongkok yang paling berpengaruh terhadap Korut dalam memberikan tekanan pada Korea Utara. Aliansi ketiga negara ini juga menekankan, bahwa dialog baru bisa dirundingkan dengan Korut dengan syarat tidak bertindak provokatif, dan meninggalkan program nuklirnya. (Dikutip dari CNA-Central News Agency-Taiwan). (jhoni/rp)

Share

Video Popular