Oleh: Mo Li

Bagi penikmat kopi mungkin akan melihat giginya berangsur-angsur menjadi kuning. Hal itu dikarenakan kopi yang meresap ke mulut itu diserap oleh lubang kecil pada lapisan luar gigi.

Sekarang, perusahaan yang berbasis di Inggris “CLR CFF” meluncurkan “clear coffee” atau “kopi transparan” yang pertama di dunia, sekilas kopi ini terlihat seperti air jernih, kopi transparan ini bisa menyingkirkan kerisauan para penikmat kopi yang khawatir giginya menjadi kuning.
Adalah dua bersaudara asal Slovakia yang menciptakan ide brilian “CLR CFF” yang berbasis di London, Inggris ini.
Mereka menciptakan sebuah minuman kopi yang berasa kopi tapi tidak berwarna kopi. Alasan diciptakannya kopi bening ini karena mereka sendiri adalah penikmat kopi, tapi tak ingin noda pada kopi itu melekat erat pada gigi yang sulit dihilangkan.
Oleh karena itu, mereka menciptakan sebuah formula alami yang tidak menggunakan bahan kimia apapun.

Dilihat dari gambar kopi tersebut, kopi Clear Coffee ini memang benar-benar clear, alias transparan tidak berwarna atau terlihat  seperti air mineral, sama sekali tidak sama dengan kopi pada umumnya.

Slovakia bersaudara ini mengklaim, CLR CFF hanya menggunakan biji kopi Arabica terbaik, air murni dan tanpa penyedap buatan, pengawet, gula, atau pemanis lainnya.

Kopi ini dikemas dalam botol isi 200 ml, dan hanya terkandung  4 kalori, untuk harganya dibanderol 5,99 poundsterling atau sekitar Rp. 100,000,-. Sayangnya saat ini hanya dijual di Inggris dan Slovakia.

Namun, dua bersaudara ini tidak bersedia mengungkapkan lebih lanjut mengenai resepnya, mereka hanya menggunakan cara yang belum pernah ada sebelumnya. Kopi transparan ini juga menggunakan bahan-bahan yang sama seperti kopi pada umumnya seperti air, fresh coffee, dan kafein.

Lalu bagaimana dengan rasanya?

Ada yang bilang aromanya kental, ada juga yang mengatakan hampir menyerupai rasa cold brew. Yang membedakannya adalah dari segi warna air kopinya saja.

Tak hanya bisa dinikmati langsung secara dingin dari kemasan, CLR CFF juga bisa dinikmati dengan menjadi campuran cocktail dan lain sebagainya.

Tapi, bagaimanapun, selera setiap orang tidak sama, jadi harus individu masing-masing yang mencicipinya baru bisa memberikan kesan tersendiri aromanya. (ET/erabaru.net/jhoni/rp)

Share

Video Popular