Dua anggota legislatif pro-kemerdekaan ditangkap oleh polisi Hong Kong pada Rabu (26/4/2017). Mereka didakwa dengan majelis yang tidak sah dan mencoba masuk paksa ke sebuah kompleks.

Yau Wai-ching, 25, dan Baggio Leung, 30, mencoba masuk ke dalam sebuah pertemuan Dewan Legislatif pada November lalu.

Keduanya dibebaskan dengan jaminan. Mereka mengatakan kepada wartawan bahwa mereka tidak menyesali tindakan mereka.

Kedua anggota parlemen dipilih secara demokratis, namun mereka didiskualifikasi pada Oktober karena menggunakan bahasa yang menyinggung Partai Komunis Tiongkok/ PKT dan menampilkan sebuah spanduk yang menyatakan bahwa “Hong Kong bukan Tiongkok”.

Penangkapan mereka terjadi setelah Hong Kong menerima seorang CEO baru, Carrie Lam, yang bersahabat dengan pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Hong Kong masih terbagi atas isu demokrasi, hak pilih universal, dan reformasi pemilihan. Banyak warga negara menginginkan agar tidak terlalu banyak keterlibatan PKT dalam pemerintahan Hong Kong.

Ketegangan pecah pada 2014 dengan Gerakan Umbrella, ketika mahasiswa, profesor, aktivis, dan warga Hong Kong turun ke jalan dalam demonstrasi pro-demokrasi. Ini sebagai tanggapan terhadap PKT yang mengeluarkan sebuah keputusan mengenai reformasi pemilihan, yang mengharuskan semua kandidat eksekutif untuk diperiksa dengan ketat. Protes gagal menghasilkan kompromi.

Hong Kong, kota berpenduduk 7,3 juta orang, dulunya adalah koloni Inggris. Ini diserahkan ke pemerintahan Komunis Tiongkok pada tahun 1997, meskipun pengaturan “satu negara, dua sistem” telah dijanjikan. (gel/rmat)

Share

Video Popular