JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadi gempabumi tektonik 7,1 SR berpusat di laut 210 Km Baratlaut, Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara pukul 03:23:17 WIB, Sabtu (29/4/2017).  Parameter gempa kemudian diperbaharui 6,8 SR.

Berdasarkan hasil analisis pemutakhiran pemodelan tsunami BMKG, dan hasil observasi tide gauge di Tahuna, Melonguane, Manado, dan Bitung menunjukkan tidak ada catatan terjadinya tsunami di wilayah Indonesia.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Mochammad Riyadi mengatakan hasil monitoring BMKG selama satu jam, terjadi 4 gempa bumi susulan dengan magnitudo
yang lebih kecil. BMKG terus memonitor perkembangan gempabumi susulan dan hasilnya akan diinformasikan kepada masyarakat  melalui media.

Sedangkan, peta tingkat guncangan menunjukkan dampak gempabumi dirasakan pada skala intensitas III-IV SIG-BMKG (VI-VII MMI) di wilayah Selatan Provinsi Saranggani dan Davao, Filipna. Di wilayah ini gempabumi diperkirakan dapat menimbulkan kerusakan lemah hingga sedang. Sementara itu di wilayah Indonesia, gempabumi ini dirasakan lemah I SIG-BMKG (II MMI) di Kepulauan Talaud.

“Sampai saat ini berdasarkan fakta di lapangan belum ada laporan dirasakan oleh masyarakat di wilayah Indonesia,” jelas Riyadi dalam siaran pers BMKG.

Sementara belum ada laporan informasi kerusakan. Namun demikian BMKG akan terus memonitor perkembangan dan laporan dari lapangan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya.

Berdasarkan parameter gempabumi, kejadian gempabumi ini hiposenternya merupakan jenis gempabumi dangkal dan mempunyai mekanisme sesar naik. Gempabumi ini disebabkan oleh aktivitas subduksi Lempeng.

Dalam hal ini Lempeng mikro Laut Sulawesi menunjam ke arah Timur laut pada Palung Cotobato (Cotobato Trench) dan terjadi deformasi/patahan pada kedalaman 48 km. Hasil pemutakhiran pemodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia.

BMKG meminta masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD setempat, serta informasi dari BMKG. “Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi dan tsunami. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang pada umumnya kekuatannya  semakin mengecil,” pungkas Riyadi. (asr)

Share

Video Popular