Kayleigh Wood, 26, mengalami 16 keguguran sebelum dia melahirkan Reggie pada bulan Oktober 2016. Ibu ini hamil kali pertamanya ketika berusia 16 tahun tetapi mengalami keguguran beberapa minggu setelah itu.

Ketika Kayleigh Wood mengalami keguguran buat kali kelima belasnya, ia dikira tidak akan berpeluang menjadi seorang ibu selamanya

Setelah melakukan kunjungan untuk menemui dokter, dia hampir menyerah sampai mereka menemukan alasan kegugurannya – ada jaringan parut pada abdomennya.

Dia menjalani operasi untuk membuangnya dan setelah mengalami satu lagi keguguran, Kayleigh hamil buat kali ketujuh belas. Pada bulan Oktober lalu dia melahirkan Reggie dan mengatakan anaknya itu mengobati segala duka yang dilaluinya selama ini.

Kayleigh berkata, “Dulu saya sering menangis mengenangkan semua bayi yang telah pergi. Mengendong Reggie di pangkuan saya memberikan perasaan yang menakjubkan dan mengobati semua kesedihan yang dilalui. ”

Ibu ini menetap di March, Cambridgeshire, Inggris pada saat itu hamil pertama kalinya ketika dia berusia 16 tahun, tetapi mengalami keguguran beberapa minggu kemudian.

“Saya terkejut bila saya hamil pertama kali tetapi sayang sekali beberapa kemudian saya keguguran. Saya tidak sangka pada waktu itu bahwa saya akan kehilangan lebih banyak bayi, “kata Kayleigh seperti ditulis Dailymail.

Kayleigh kehilangan lebih banyak bayi beberapa tahun kemudian tapi tidak ada yang bisa dilakukan untuk menyelidiki sebab hal tersebut terjadi.

Dokter menemukan keguguran Kayleigh adalah karena bekas luka di bagian abdomennya. Kayleigh menjalani operasi untuk membuangnya dan setelah satu lagi keguguran, dia hamil lagi dan melahirkan Reggie.

Kayleigh menghubungi anggota parlemen daerah, Steven Barclay, untuk mendapatkan bantuan. Steven kemudian menghubungi pihak rumah sakit dan meminta agar mereka menyelidiki kasus Kayleigh.

Kayleigh mengalami 15 keguguran, semuanya terjadi sebelum kandungannya mencapai jangka waktu delapan minggu.

Kayleigh kemudian menghubungi anggota parlemen daerah, anggota Konservatif Stephen Barclay, untuk bantuan. “Pada satu ketika saya memikirkan untuk mengakhiri hidup saya karena saya merasa terlalu terdesak,” jelas Kayleigh.

“Jadi saya menghubungi anggota parlemen daerah dan dia banyak membantu. Dia menghubungi rumah sakit atas nama saya dan bersikeras agar mereka menyelidiki kasus saya, “tambahnya.

WEEKENDER -COLLECT PICTURE – Kayleigh Wood with newborn miracle baby, Reggie.

Kayleigh diperiksa di Royal London Hospital dua tahun lalu dan ahli bedah menemukan ada jaringan parut di rahimnya.

“Mereka tidak tahu apa yang menyebabkan bekas luka tersebut terbentuk tetapi mereka membuangnya dengan harapan itu akan membantu saya melahirkan anak di masa depan,” katanya lagi.

WEEKENDER -COLLECT PICTURE – Kayleigh Wood and her partner , Toby Garner, and their miracle baby, Reggie.

Kayleigh mengalami satu lagi keguguran setelah itu sebelum dia hamil lagi pada bulan Februari tahun lalu.

Setelah dokter membuang jaringan parut dalam satu operasi, Kayleigh mengalami satu lagi keguguran sebelum dia mengandungkan Reggie. Kandungannya mencapai jangka waktu 12 minggu untuk kali pertama dalam hidupnya.

Kandungannya terus bertahan hingga minggu ke dua belas sewaktu Kayleigh sedang melakukan pemeriksaan di Peterborough citu Hospital, kali pertama dia bertahan selama itu.

Katanya, “Saya masih tidak berani mengharap  akan selamat.” Dia berhasil bertahan hingga dua minggu lamanya dalam kandungannya.

Namun begitu, dokter menemukan cairan amnion yang meliputi bayinya telah kering, meletakkan bayi tersebut dalam keadaan bahaya. Kayleigh harus menjalani operasi caesar.

Tambahkan Kayleigh, “Saya dalam ketakutan bahwa saya akan kehilangannya setelah apa yang telah terjadi. Saya khawatir setiap hari sewaktu bayi ini berada dalam kandungan. ”

Reggie dilahirkan melalui operasi caesar ketika dokter menemukan cairan amnion yang menimpanya telah kering.

Namun begitu, dokter akhirnya berhasil menyelamatkan Reggie yang lahir dengan berat 5 pon 30 ons.

Kayleigh mengatakan, “Saat saya memangkunya memberikan perasaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Ini perasaan yang menakjubkan.”

“Dia telah mengobati kedukaan yang dirasakan. Saya merasa sangat beruntung. Dia seorang bayi yang sangat senang dan bahagia. Dia selalu tersenyum.

“Saya merasa sedih karena telah kehilangan banyak bayi, tetapi dia telah melengkapi hidup saya.” (Erabaru.com.my/asr)

Share
Tag: Kategori: KELUARGA

Video Popular